Manokwari – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV memastikan kuota beasiswa melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun Anggaran 2026 yang dialokasikan pemerintah pusat untuk tanah Papua sebanyak 1.700 mahasiswa calon penerima manfaat.
Kepala LLDikti Wilayah XIV Dr Suriel Samuel Mofu di Manokwari, Papua Barat, Selasa, mengatakan kuota KIP Kuliah masih sama dengan tahun 2025, namun mengalami penurunan signifikan dibanding periode 2024 yang mencapai 4.000 mahasiswa. “Kuota KIP Kuliah tahun ini untuk perguruan tinggi di tanah Papua masih sama dengan tahun lalu,” ujarnya.
Dirinya berharap Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menambah alokasi anggaran beasiswa program KIP Kuliah agar dapat menjangkau kurang lebih 50 persen dari 60.000 mahasiswa orang asli Papua (OAP) yang tersebar di 76 kampus.
Program tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah pusat melalui penyaluran bantuan pembiayaan pendidikan tinggi yang diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memiliki kesempatan yang sama dalam meraih gelar sarjana.
“Memang kuota KIP Kuliah masih jauh dari memadai karena masih banyak mahasiswa di tanah Papua belum berkesempatan menerima,” ujarnya.
Meski demikian, menurut Suriel, penyaluran beasiswa program KIP Kuliah merupakan langkah strategis pemerintah dalam memastikan generasi muda Papua di enam provinsi tidak lagi kesulitan mengakses pendidikan tinggi karena keterbatasan biaya.
Besaran beasiswa KIP Kuliah yang diterima mahasiswa dari Kemdiktisaintek setiap semester kurang lebih Rp11,5 juta untuk pembayaran UKT/SPP yang ditransfer langsung ke rekening kampus, dan sisanya ke rekening masing-masing penerima manfaat.
“Sejak KIP Kuliah diluncurkan Kemendiktisaintek, jumlah penerima kurang lebih 16.000 dari 60.000 mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta di tanah Papua,” ucap Suriel. [Pewarta: Fransiskus Salu Weking/Editor:/ANTARA]




















