Manokwari, TP – Sebanyak 36 siswa-siswi calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Provinsi Papua Barat tahun 2026 resmi mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) di Balai Pendidikan Menengah Provinsi (BPMP) Papua Barat, Rabu (22/7). Pelatihan berlangsung selama 26 hari hingga pelaksanaan upacara 17 Agustus mendatang.
Acara dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat dan Otonomi Khusus Setda Papua Barat, Syors A.O. Marini. Dalam arahannya, ia mengingatkan semangat Sumpah Pemuda sebagai landasan persatuan bangsa. Pelatihan ini dinilai sarana penting untuk menanamkan nasionalisme, patriotisme, serta jiwa kepemimpinan generasi muda menghadapi tantangan zaman.
“Kalian terpilih dari ribuan pemuda untuk mewakili tujuh kabupaten di Papua Barat. Jangan sia-siakan kepercayaan ini, karena kemerdekaan ditebus dengan darah dan nyawa para pendahulu,” tegas Marini. Ia juga meminta pelatih dan pembina membimbing secara efektif agar peserta siap menjalankan tugas mengibarkan Bendera Pusaka pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Papua Barat, Theodorus Kawer, menjelaskan peserta terdiri dari 30 orang dari Manokwari, masing-masing tiga orang dari Fakfak dan Manokwari Selatan. Empat kabupaten lain tidak mengirimkan perwakilan terkait keterbatasan anggaran. Peserta akan dilatih instruktur dari Kodam XVIII Kasuari, tim medis RSUP Papua Barat, serta purna Paskibraka daerah. Dari ratusan calon yang diseleksi, satu pasang terbaik telah dikirim mewakili Papua Barat ke tingkat nasional. [FSM-R2]




















