Sorong, TP – Anggota Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat Daya, Robby Wanma, menegaskan pelaksanaan Otsus tak sekadar soal alokasi dana, melainkan wujud keberpihakan negara yang memberi perlindungan sekaligus ruang lebih besar bagi Orang Asli Papua (OAP), termasuk dalam bidang politik dan kepemimpinan.
Menurutnya, semangat afirmasi yang menjadi dasar Otsus harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan, tak terkecuali partai politik yang berperan besar dalam kaderisasi dan penentuan pucuk pimpinan daerah.
“Kita menghormati mekanisme internal setiap partai. Namun dalam konteks Papua, ada nilai luhur yang harus dijaga: memberi kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri asli untuk berkembang dan dipercaya memimpin,” ujar Robby saat ditemui awak media, Sabtu (25/7).
Ia menilai, jika pandangan masyarakat masih menganggap peran OAP dalam kepemimpinan politik belum maksimal, hal itu mesti menjadi bahan evaluasi bersama. Demokrasi, katanya, bukan hanya soal pelaksanaan pemilu, melainkan membuka akses masyarakat terlibat dalam pengambilan keputusan serta menduduki jabatan strategis.
Sebagai wakil yang terpilih lewat jalur Otsus, Robby mendesak terjalinnya dialog berkelanjutan antara pemerintah, partai politik, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat guna memperkuat sistem kaderisasi politik OAP.
“Kita harus menyiapkan kader OAP yang memiliki kapasitas, kualitas, dan kesiapan memimpin di semua tingkatan, agar semangat Otsus benar-benar nyata terwujud,” tegasnya.
Ia berharap Otsus dimaknai sebagai instrumen penguatan posisi OAP di tanah leluhurnya sendiri. OAP, lanjutnya, harus menjadi subjek utama dalam demokrasi yang ikut menentukan arah pembangunan dan peta kepemimpinan, baik di Papua Barat Daya maupun seluruh wilayah Tanah Papua. [CR30-R2]




















