Manokwari, TP – SD Negeri 05 Sanggeng Manokwari meningkatkan kompetensi guru dengan menyelenggarakan workshop tentang penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) untuk tahun pelajaran 2026-2027.
Kepala SD Negeri 05 Sanggeng, Barmince Urus mengatakan, workshop penyusunan RPM dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan guru-guru mempersiapkan perangkat pembelajaran untuk diberikan kepada anak-anak selama satu tahun ajaran.
Workshop ini menggandeng Pengawas Kabupaten diikuti semua guru di lingkungan SD Negeri 05 Sanggeng, terdiri dari 30 guru dan dua tenaga pendidik (tendik) mulai dari guru kelas 1 sampai kelas 6, dan juga guru bidang studi meliputi agama Islam, Kristen Protestan, dan Katolik, Bahasa Inggris dan Olahraga.
“Ini kami masuk tahun ajaran 2026-2027 sehingga kita mempersiapkan diri. Bapak dan ibu guru juga membuat perangkat pembelajaran yang diajarkan kepada anak-anak untuk satu tahun pelajaran,” jelas Barmince Urus kepada Tabura Pos di sekolah, Sabtu (8/8/2026).
Dijelaskannya, dalam workshop ini para guru selama tiga hari sejak 6-8 Agustus tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktekkan penyusunan RPM sehingga dapat mengaplikasikannya dalam tugas tugas dan tanggung jawab pembelajarannya nantinya.
Barmince mengungkapkan, dengan memiliki RPM, maka setiap guru tidak hanya sekedar mengajar tetapi mengajar sesuai dengan rencana yang telah disusun.
“Semuanya kita bicarakan dalam workshop ini. Misalnya ketika mengajar tiba-tiba ada waktu rapat, tapi bagaimana pembelajaran bisa tetap berjalan, nah dengan RPM ini semua bisa terlaksanakan,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui workshop ini setiap guru dapat menghasilkan produk perangkat pembelajaran, sehingga pembelajaran selama satu tahun ajaran 2026-2027 tidak keluar dari apa yang telah disusun.
Sementara itu, Pengawas Kabupaten Manokwari, Ali Sunarko menjelaskan, di awal tahun pembelajaran secara administratif guru harus lengkap, terutama perangkat pembelajaran.
Materi yang diberikan meliputi tentang kelengkapan dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) harus include dengan misi sekolah. Selain itu, penyelarasan dengan Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan Nomor 13 tentang struktur kurikulum.
Dimana, ada beberapa mata pelajaran pilihan yang harus dimasukkan, misalnya Coding, Bahasa Inggris, sehingga, semuanya harus masuk dalam KSP dan dilaksanakan pihak sekolah.
“Workshop ini sangat penting sekali. Sekolah juga akan mendapat rapot, sehingga Rencana Pembelajaran Mendalam, perangkat pembelajaran itu harus ada. Sehingga guru-guru setiap masuk kelas sudah tahu apa yang mau diajarkan,” jelasnya.
Ia yakin, melalui workshop ini guru-guru di lingkungan SD Negeri 05 Sanggeng Manokwaridi mampu menjalankan sistem pembalajaran yang baik dan benar, serta mampu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak didik, karena perangkat pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan anak didik. [SDR]




















