Manokwari, TP – Dukungan terus mengalir kepada Yosias Saroy, mantan Bupati Pegunungan Arfak, untuk memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Barat periode mendatang.
Sekretaris Tim Kerja Yosias Saroy, Yan Waroy menegaskan kesiapan pihaknya memenangkan sosok Yosias Saroy sebagai Ketua Umum KONI Papua Barat.
Menurutnya, pengalaman dan rekam jejak Yosias Saroy dalam memajukan pembangunan daerah sekaligus memperhatikan dunia olahraga menjadikannya sosok yang tepat membawa KONI Papua Barat ke arah yang lebih baik.
“Kami melihat sosok Yosias Saroy memiliki kapasitas, integritas, serta kepedulian nyata terhadap kemajuan olahraga di Papua Barat. Karena itu, tim kerja telah bersiap sepenuhnya untuk memenangkan beliau dalam pemilihan mendatang,” ujar Yan Waroy, Senin (10/8/2026).
Yan menambahkan, dukungan yang datang dari berbagai elemen masyarakat, tokoh olahraga, hingga pengurus cabang olahraga di kabupaten/kota menjadi semangat tersendiri bagi tim kerja untuk terus bergerak menyatukan kekuatan.
Yan Waroy berharap, terpilihnya Yosias Saroy dapat membawa angin segar bagi pembinaan olahraga prestasi, peningkatan kesejahteraan atlet, serta sinergi yang lebih erat antara KONI dan pemerintah daerah.
Tim kerja juga berkomitmen menjalankan langkah secara terarah, transparan, dan menjaga persatuan keluarga besar olahraga Papua Barat. “Kami siap bekerja keras memenangkan Yosias Saoy demi kemajuan olahraga Papua Barat yang lebih maju dan berprestasi,” pungkas Yan Waroy.
“Sesuai surat keputusan karateker KONI Papua Barat yang baru. Pelaksanaan musprov direncanakan tidak lewat bulan ini (Agustus,red). Kita sedang menunggu mekanisme dari KONI Papua Barat,” terang Yan Waroy.
Sesuai cacatan Tabura Pos, pada tanggal 29 Maret 2026 lalu, Yosias Saroy telah menyatakan dirinya siap bersaing merebut Ketua Umum KONI Papua Barat peridoe 2026-2030.
Yosias berkomitmen merangkul seluruh cabang olahraga (cabor) di tingkat provinsi dan pengurus KONI kabupaten se- Papua Barat. ” Semua yang maju nanti adalah putra/putri terbaik Papua Barat. Karena itu mari kita berkompetisi secara sehat dan tidak boleh menciptakan perpecahan,” jelasnya.[FSM-R2]




















