Manokwari, TP – Kemarahan warga memuncak menyusul dugaan insiden penembakan terhadap tiga warga sipil di wilayah Muara Sungai Aifat,Kamundan, Kabupaten Maybrat, Jumat (14/8/2026). Sebagai bentuk protes, warga menutup akses jalan utama di Kumurkek, Distrik Aifat, Papua Barat Daya, dengan menebang pohon dan membakar ban.
Tiga warga yang menjadi korban luka tembak adalah Silvester Assem (22) yang mengalami luka tembak menembus paha, Mama Ani Fatie (40) yang terkena tembakan di telinga dan bahu, serta Mama Selviana Sori (60) yang luka tembak di betis. Ketiganya kini menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pratama Sunere, dan kondisinya sedang ditangani secara serius namun belum mengancam nyawa.
Berdasarkan keterangan yang beredar melalui rekaman video yang diunggah di media sosial, insiden diduga terjadi sekitar pukul 19.00 WIT. Saksi dalam video menyebutkan adanya aparat berseragam TNI Angkatan Laut di lokasi dan terjadinya intimidasi terhadap warga. Informasi tersebut sejauh ini merupakan keterangan saksi dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Rombongan Polres Maybrat bersama Kepala Distrik Aifat Timur Tengah, Ignasius Assem, tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIT untuk mengevakuasi ketiga korban guna mendapatkan penanganan medis.
Tak lama kemudian, puluhan warga mendatangi Polres Maybrat dan menyampaikan tuntutan agar seluruh aparat TNI yang bertugas di pos-pos Satuan Tugas di Kabupaten Maybrat ditarik dari wilayah penugasan. Warga menilai keberadaan pos-pos tersebut perlu dievaluasi karena dinilai menimbulkan keresahan dan mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberai, Markus Waran , menyampaikan penyesalan dan turut menyayangkan peristiwa yang menimpa warga sipil tersebut.
“Kami kecam dengan tegas tindakan yang membabi-buta dan tidak menggunakan prinsip kemanusiaan. Menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia, rakyat seharusnya bersukacita, bukan justru mendapat intimidasi dan tembakan seperti ini. Negara macam apa ini,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pemalangan jalan masih berlangsung. Jalan utama di Kumurkek tetap tertutup batang pohon yang diletakkan melintang oleh warga dan keluarga korban. Pihak berwenang terus memantau situasi sambil memastikan penanganan medis terhadap ketiga korban berjalan optimal. [K&K-R2]




















