Kota Sorong, TP – Musim kemarau panjang yang melanda Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, mulai terasa dampaknya bagi warga. Sejumlah sumur warga mengering, sehingga ketersediaan air bersih menjadi kendala serius dalam kehidupan sehari-hari.
Kesulitan itu dirasakan warga Kompleks Perumahan Jaya Molek Perkasa (JMP), Jalan Teminabuan Sadewa 9, Kelurahan Klasaman, Distrik Klaurung, Kota Sorong. Sumber air sumur yang selama ini diandalkan mulai mengering akibat curah hujan yang rendah. Bahkan, sebagian warga mengaku sumur mereka sudah tidak meneteskan air selama hampir satu bulan.
Di tengah kesulitan tersebut, warga mendapatkan bantuan air bersih secara cuma-cuma dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di lingkungan kompleks perumahan. Unit pelaksana yang merupakan bagian dari Badan Gizi Nasional melalui Dapur MBG itu turut membantu memenuhi kebutuhan air warga yang terdampak kekeringan.
Bantuan tersebut disambut sangat baik oleh masyarakat. Warga yang sumber airnya kering merasa terbantu karena dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa harus menanggung biaya tambahan. “Sumur kami sudah kering hampir satu bulan akibat kemarau panjang. Beruntung kami diberikan bantuan air dari Dapur MBG secara gratis,” ujar Eka, salah seorang warga.
Warga berharap bantuan air bersih ini dapat terus disalurkan selama kemarau belum berakhir dan sumber air alami belum kembali tersedia. Dapur SPPG Badan Gizi Nasional yang menyalurkan bantuan tersebut tercatat dengan Nomor Registrasi 96.71.02.1010.01 Sorong Timur Klamana, beralamat di Jalan Teminabuan Sadewa 9, Kelurahan Klasaman, Kecamatan Klaurung, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Kehadiran bantuan ini menjadi bukti kepedulian yang dirasakan langsung warga di tengah kesulitan akibat kemarau panjang. [MPS-R2]




















