Manokwari, TP – Sempat pesimis saat awal seleksi dan gagal menembus tingkat nasional, Enjelina Mandacan justru berhasil mengukir prestasi manis. Siswi SMA Negeri Oransbari ini terpilih menjadi pembawa baki bendera Sang Saka Merah Putih pada upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 tingkat Provinsi Papua Barat tahun 2026.
Rasa gugup dan haru membuncah saat putri asal Manokwari Selatan kelahiran 10 Mei 2010 ini diberikan kepercayaan besar di antara 36 anggota Paskibraka lainnya. Bagi Enjelina, momen ini bukan sekadar kebanggaan untuk keluarga dan sekolahnya, melainkan juga batu pijakan awal untuk mengejar cita-citanya menjadi anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).
“Awalnya, saya pesimis ketika mengikuti seleksi calon paskibra di tingkat sekolah dan berpikir tidak akan lolos tetapi saya tetap semangat untuk mencoba, akhirnya saya dinyatakan lolos ditingkat Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel),” ujar anak kedua dari pasangan Mariana Mamdacan dan Regison Mandacan ini kepada wartawan usai dikukuhkan sebagai anggota Paskibra Papua Barat Tahun 2026, di Auditorium PKK, Arfai Sabtu (15/8/2026), malam.
Usai lolos seleksi ditingkat kabupaten, lanjut siswa kelas XI ini, dirinya lanjut mengikuti seleksi ditingkat provinsi dan tingkat nasional. Namun, dirinya gagal pada seleksi pada tingkat nasional sehingga kembali bergabung dengan calon paskibra tingkat provinsi.
“Saya sangat senang dan bangga ketika dari 36 anggota saya terpilih dan diberikan mandat untuk membawa baki bendera pada upacara pagi detik-detik proklamasi HUT RI,” ujarnya.
Dengan prestasi ini, kata Enjelina kiranya dapat membanggakan orang tuanya, kabupaten Mansel dan juga Papua Barat tetapi juga sekolahnya.
Memang, sambung dia, ada rasa gugup saat pertama latihan, tetapi saat gladi bersih dirinya sudah dapat mengatasi rasa gugup sekaligus menyiapkan mental untuk memberikan yang terbaik saat pengibaran bendera merah putih nantinya.
Pada kesempatan itu, dirinya juga berpesan kepada teman-temannya maupun generasi muda Papua Barat agar tidak takut mencoba meskipun gagal.
“Kita harus belajar dari kegagalan dan kesalahan, maka itu jauh lebih baik, mewakili teman-teman paskibra Papua Barat, kami mohon dukungan dan doa dari Papua Barat dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab kami,” singkat Engelina Mandacan. [FSM-R2]




















