Bintuni, TP — Tangan Miftahul Asyraf Yasir menarik tali perlahan. Di ujung tiang, Merah Putih mulai bergerak naik. Lapangan Gelanggang Argosigemerai SP5, Teluk Bintuni, menjadi saksi ketika pelajar SMA Negeri 1 Bintuni itu menjalankan tugas mulia dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Asyraf, siswa kelas XI berusia 14 tahun, bertugas sebagai Pengerek Bendera Pusaka. Di antara barisan Paskibra, ia tak sekadar membawa nama sekolah, melainkan juga harapan keluarga dan kebanggaan orang-orang yang menyaksikan.
Ibunya, Hj. Fitri Yasir, S.AP., M.M., tak mampu menyembunyikan rasa bangganya melihat putranya menyelesaikan tugas dengan baik. “Saya merasa sangat bangga karena Asyraf berhasil menyukseskan pengibaran Sang Merah Putih di Kabupaten Teluk Bintuni,” ujarnya.
Baginya, tugas Paskibra bukan sekadar menaikkan dan menurunkan bendera. Di balik itu tersimpan berhari-hari latihan, kedisiplinan, kekompakan, serta tanggung jawab yang harus dijalani sebelum berdiri tegak di lapangan pada hari kemerdekaan. Pengalaman itulah yang diharapkan menjadi bekal tumbuhnya generasi muda Bintuni yang berkarakter dan cinta tanah air.
Senada disampaikan ayahnya, H. Miftakul Huda, S.AP., M.M. Ia bangga putranya mendapat kesempatan mengikuti jejak yang mulia. “Saya berharap ke depan semakin banyak anak Bintuni yang juga menjadi anggota Paskibra, sehingga dapat meneruskan semangat mengibarkan Sang Merah Putih,” harapnya.
Bagi Asyraf sendiri, menjadi anggota Paskibra memberikan pengalaman tak terlupakan. Selama berlatih, ia menyadari keberhasilan sebuah upacara tak bergantung pada satu orang saja. Setiap anggota memiliki posisi dan tanggung jawab yang saling berkaitan.
“Saya sangat bangga dan senang bisa berbagi pengalaman bersama teman-teman saat latihan. Saya belajar bahwa kami bekerja sebagai satu tim,” ungkap Asyraf.
Ia pun menyampaikan harapan agar ke depan jumlah anggota Paskibra dapat diperbanyak. Jika tahun ini sekitar 42 orang bertugas, ia berharap dapat ditambah menjadi sekitar 70 hingga 75 orang, agar lebih banyak pelajar berkesempatan belajar kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab sejak dini.
Kebahagiaan juga terpancar dari wajah sang nenek, Hj. Nurbaena, yang sengaja hadir menyaksikan cucunya. “Saya sangat senang dan bangga karena cucu yang saya sayangi mampu menjalankan tugasnya dengan baik sebagai anggota Paskibra,” ujarnya tersenyum bangga.
Pada usia 14 tahun, momen mengerek bendera mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun bagi Asyraf, latihan berhari-hari dan kesempatan berdiri di lapangan kemerdekaan menjadi pelajaran yang jauh lebih bermakna. Ia belajar bahwa kemerdekaan tak cukup hanya dikenang lewat upacara — nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian juga wajib diteruskan oleh generasi muda.
Pagi itu, ketika Merah Putih mencapai puncak tiang, tugas Asyraf selesai. Namun bagi keluarganya, pengalaman itu baru menjadi awal perjalanan seorang anak Bintuni yang belajar memberi arti bagi lingkungannya dan bagi tanah air tercinta.[***-R2]



















