Manokwari, TP — Kodam XVIII Kasuari menyiagakan 28 unit mobil pemadam kebakaran bantuan Kementerian Pertahanan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua Barat maupun Papua Barat Daya. Kendaraan ini telah didistribusikan ke Kodim dan Batalion di seluruh wilayah jajaran.
Pangdam XVIII Kasuari, Mayjen TNI Christian K. Tehuteru, menyampaikan hal ini kepada wartawan di Kampung Inggramui, Senin (24/8/2026). Ia mengajak seluruh elemen, termasuk pemerintah daerah dan petugas pemadam, untuk berkolaborasi menangani titik api di masing-masing wilayah.
Beberapa titik kebakaran yang sebelumnya muncul, antara lain di Kabupaten Manokwari Selatan (kawasan Gunung Botak) serta Distrik Bomberai Kabupaten Fakfak di sekitar kawasan BP Tangguh, sudah berhasil ditangani. Meski demikian, Pangdam mengingatkan potensi titik api baru tetap mengintai.
“Jangan tindakan kecil picu kebakaran besar”
“Yang paling dibutuhkan adalah kesadaran masyarakat. Jangan sampai tindakan sederhana — membuang puntung rokok sembarangan atau membuka lahan dengan api tanpa pengawasan — justru memicu kebakaran yang meluas,” tegasnya.
Pangdam meminta warga segera melaporkan jika menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.
Selain Satgas penanggulangan bencana yang sudah ada, para Dandim dan satuan di wilayah juga diminta membentuk tim mandiri untuk membantu pemerintah daerah. Terkait potensi kekeringan akibat cuaca El Nino, pihaknya masih melakukan pendataan bersama pemerintah daerah dan mendorong sosialisasi kepada masyarakat secara lebih masif. [SDR-R2]










