Manokwari, TP – Warga yang berdomisili di Kelurahan Sowi, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari mengeluhkan asap tebal yang diduga berasal dari pembakaran di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, tidak jauh dari perkantoran Gubernur Papua Barat, Arfai.
Akibat pembakaran sampah yang belum bisa diatasi secara tuntas, maka banyak warga yang mengeluhkan kondisi kesehatannya akibat kepulan asap tebal hampir setiap hari.
Warga di Kelurahan Sowi, Desmina mengakui, akibat kepulan asap tebal tersebut, tentu saja mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di wilayah Sowi dan sekitarnya. Bahkan, lanjutnya, anak-anak mulai mengeluhkan sesak nafas dan pusing.
“Untuk anak-anak kita yang mengalami sesak nafas dan pusing, sudah kita bawa dan berobat di Puskesmas Sowi, sehingga keadaannya mulai membaik untuk saat ini,” kata Desmina yang ditemui Tabura Pos di Sowi, Kamis (27/8/2026).
Ditambahkannya, warga yang berdomisili di RW 7 dan RW 8, Sowi IV Pantai, khususnya di kompleks nelayan, merasa terganggu akibat asap tebal, sehingga memengaruhi jarak pandang di jalan pada pagi hari.
Dia mengutarakan, di jalanan, hampir tidak kelihatan, sehingga pemadangan Kota Manokwari yang indah pada pagi hari, justru ditutupi kepulan asap tebal yang semakin parah.
“Banyak warga kita yang mau beraktivitas merasa tidak nyaman dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Kami berharap pihak-pihak terkait lebih serius mengatasi permasalahan kebakaran sampah yang masih terus terjadi sampai saat ini agar tidak menimbulkan dampak atau penyakit yang lebih luas,” harap Desmina.

Sementara warga Arfai II, Ferdinan mengatakan, asap tebal yang dirasakan warga, bukan dari terbakarnya TPA di Arfai, tetapi ada faktor lain yakni kebakaran hutan di wilayah Maripi, Kelurahan Anday, tepatnya di Gunung Kapur.
Sedangkan terkait kebakaran hutan di daerah Maripi, lanjut Ferdinan, anggota TNI dan Polri sudah turun langsung untuk memadamkan api, sehingga dampaknya tidak meluas ke beberapa wilayah.
Menurut Ferdinan, musim kemarau yang berkepanjangan saat ini ikut menjadi pemicu sering terbakarnya hutan, apalagi kondisi saat ini sangat terik, ditambah ada oknum warga yang sengaja membakar hutan, sehingga terjadi kebakaran dan menimbulkan asap di mana-mana, khususnya lagi di daerah Arfai yang turut terkena dampak kepulan asap tebal yang semakin parah.
Dirinya berharap kondisi yang terjadi sekarang harus disikapi secara bijaksana dan tentu menjadi perhatian yang serius dari pemda agar bisa mengatasi keluhan warga akibat asap tebal.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Kelurahan Sowi, Distrik Manokwari Selatan, Jekson Ullo, ST mengakui, banyak warga di Kelurahan Sowi yang datang mengadu agar pihaknya segera menyurati dinas terkait supaya secepatnya mengatasi masalah kebakaran sampah yang terus terjadi.
“Wilayah yang paling terdampak sangat parah akibat asap dari pembakaran sampah yakni warga yang tinggal di seputran Sowi dan Arfai secara umum, karena wilayahnya sangat dekat dengan tempat sampah yang terbakar,” ungkap Ullo yang dikonfirmasi Tabura Pos di kantornya, kemarin.
Ia membeberkan, beberapa hari lalu, warga melakukan aksi protes secara spontanitas dengan membakar ban bekas di Sowi IV. Warga, sambung Ullo, meminta pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi segera mengatasi permasalahan asap yang semakin parah.
“Pengaruh dari asap kebakaran sampah, dampaknya mulai dirasakan warga yang tinggal dekat TPA. Ada yang mengalami sesak nafas dan mual, khususnya anak-anak yang harus menghirup asap yang tidak sehat setiap hari. Ini memengaruhi kondisi kesehatan anak-anak yang rentan terkena berbagai macam penyakit,” beber Ullo.
Diakui Kepala Kelurahan Sowi, pihaknya belum bisa berbuat banyak terkait keluhan warga, karena sudah ada dinas teknis yang turun ke lapangan dan menangani permasalahan kebakaran sampah.
Pada kesempatan itu, ia mengimbau warga agar menjaga kesehatan dan memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah.
“Kami dari Kelurahan Sowi berharap ke depan petugas damkar Kabupaten Manokwari dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari bisa bersama-sama berkolaborasi dengan stakeholder maupun dinas teknis di Papua Barat, sekiranya segera bekerja sama mengatasi asap dari kebakaran sampah di TPA,” pinta Ullo. [CR18-R1]









