423 Karya Tulis Masuk Lomba Rekomendatif
Manokwari, TP— Pertumbuhan ekonomi Papua Barat di angka 6,46% dan inflasi terkendali 2,59% menjadi pijakan kuat untuk melangkah lebih jauh, mengurangi ketergantungan pada bahan mentah dan membangun struktur ekonomi yang bernilai tambah tinggi.
Inilah gagasan utama yang mengemuka di puncak Pekan Perekonomian Daerah Papua Barat Papedanomics 2026, yang ditutup dengan Seminar Nasional dan Babak Puncak Lomba Karya Tulis Rekomendatif (LKTR) di Kantor Perwakilan BI Papua Barat, Arfai, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat, dengan dukungan Universitas Papua, ISEI Cabang Papua Barat, dan OJK. Wakil Gubernur Papua Barat M. Lakotani serta pakar ekonomi dan keuangan nasional Mirza Adityaswara hadir sebagai narasumber utama, dengan tema: “Hilirisasi sebagai Akselerator Transformasi Perekonomian Papua serta Penopang Stabilitas Inflasi Daerah.”
Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Setian, menegaskan stabilitas makroekonomi harus dijadikan pijakan menuju transformasi struktural yang lebih produktif.
“Pertumbuhan ekonomi 6,46% dan inflasi 2,59% adalah capaian baik. Namun ketergantungan pada sektor ekstraktif mentah dan tantangan konektivitas masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Hilirisasi komoditas unggulan memegang peran ganda: mendorong pertumbuhan bernilai tambah, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat ketahanan pasokan pangan dan stabilitas harga,” ujar Setian.
Papedanomics 2026 juga mencatat antusiasme luar biasa melalui LKTR yang menjaring 423 karya tulis dari akademisi, peneliti, dan mahasiswa se-Indonesia. Karya yang masuk diseleksi melalui kurasi ketat dan pembekalan metodologi bersama UNIPA, BPS Papua Barat, dan Biro Perekonomian Setda Papua Barat.
Para finalis mempresentasikan gagasan di hadapan dewan juri yang terdiri dari Kepala LPEM-FEB UI Chaikal Nuryakin, Ph.D., Manager Madya Bidang PEPK OJK Papua Barat & PBD Stella Matitaputty, serta Ketua Jurusan Manajemen FEB UNIPA Dr. Rintar Agus Simatupang. Kompetisi terbagi dua kategori: Umum Nasional (kebijakan makro, investasi, rantai pasok) dan Mahasiswa Papua (optimalisasi komoditas lokal dan pemberdayaan UMKM).
BI berkomitmen menjadikan Papedanomics sebagai agenda tahunan kolaborasi riset dan kebijakan, guna melahirkan gagasan konkret bagi kemajuan ekonomi Papua Barat yang inklusif dan berkelanjutan. [SDR-R2]










