Sorong, TP — Pergantian Kapolda Papua Barat Daya yang baru berlangsung sekitar satu bulan mendapat sorotan tajam dari Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Domberay, Ronald Kondjol. Ia meminta agar penempatan pimpinan kepolisian di wilayah Papua dilakukan secara matang, mengingat persoalan keamanan di sini membutuhkan kepemimpinan yang kuat, konsisten, dan memahami karakter daerah.
“Jangan main-main dengan keamanan di Papua. Kita membutuhkan pemimpin yang benar-benar mampu memimpin dan memahami kondisi masyarakat,” tegas Ronald.
Baginya, jabatan Kapolda bukan sekadar posisi struktural, melainkan memikul tanggung jawab besar menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas masyarakat. Seorang Kapolda harus mampu mengambil keputusan, mengendalikan organisasi, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat luas.
Ronald juga berharap pergantian pimpinan tidak mengganggu kesinambungan kebijakan keamanan yang telah berjalan. “Yang paling penting adalah rasa aman masyarakat. Siapa pun yang ditunjuk harus mampu menjalankan tugas dengan baik dan memahami karakter Papua,” ujarnya.
Ia menegaskan masyarakat tidak mempersoalkan mutasi sebagai dinamika organisasi Polri. Namun, setiap keputusan terkait pimpinan keamanan di Papua diharapkan dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Sebab, yang dipertaruhkan bukan sekadar masa jabatan seseorang, melainkan keamanan dan rasa aman masyarakat Papua Barat Daya. [CR30-R2]










