Bintuni, TP — Kasus pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintuni masih didominasi dua kelompok penyakit yakni, penyakit infeksi dan penyakit metabolik. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Teluk Bintuni.
Pelaksana Tugas Direktur RSUD Bintuni sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Novita Panggau, Sp.PD., menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bintuni, Kamis (3/9/2026). “Penyakit dalam cukup banyak, tetapi yang dominan adalah penyakit infeksi. Selain itu, penyakit metabolik cukup banyak juga kami temukan pada pasien yang datang berobat,” jelasnya.
Penyakit infeksi yang paling sering ditemui antara lain demam tifoid (tifus) dan berbagai infeksi lainnya yang memerlukan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing pasien. Sementara itu, kelompok penyakit metabolik yang juga marak meliputi diabetes melitus, gangguan kolesterol, obesitas, asam urat tinggi, hingga gangguan hati.
Dr. Novita mengingatkan, penyakit metabolik erat kaitannya dengan pola makan dan gaya hidup. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak, ditambah kurangnya aktivitas fisik, meningkatkan risiko gangguan metabolisme. Penyakit ini kini tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga kelompok usia yang lebih muda.
“Pemeriksaan kesehatan penting untuk mengetahui kondisi tubuh sejak awal. Kalau ditemukan adanya gangguan, bisa segera ditangani sehingga tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih berat,” tegasnya.
Pasien diabetes diimbau tidak hanya berobat saat sakit, tetapi rutin kontrol, menjaga pola makan, dan bergerak aktif. Masyarakat juga diingatkan tidak menyepelekan kadar gula darah, kolesterol, asam urat, dan berat badan. Deteksi dini dan perubahan gaya hidup menjadi kunci utama pencegahan.
“Yang terpenting masyarakat menjaga kesehatan, memperhatikan pola makan, dan tetap aktif bergerak, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” pungkas dr. Novita.
Ia menegaskan, RSUD Bintuni akan terus memberikan pelayanan optimal sesuai kemampuan dan fasilitas yang tersedia. [CR25-R2]









