Manokwari, TP — Pemadaman listrik yang kerap terjadi di Manokwari belakangan ini disebabkan dua hal. Pertama , defisit daya akibat penurunan suplai dari PLTU PT Counch Maruni. Kedua, gangguan jaringan akibat tumbuhan pohon.
” PLN UP3 Manokwari menargetkan penambahan daya 10 MW bertahap mulai Oktober, sehingga kondisi kelistrikan diperkirakan baru benar-benar stabil November 2026,” ungkap Manager PLN UP3 Manokwari, Arvy Tryudha, dalam hearing bersama Komisi II DPRK Manokwari, Senin (7/9).
Ia menjelaskan, suplai dari PLTU PT Counch Maruni yang biasanya 13 MW kini turun drastis menjadi hanya 1 MW akibat kerusakan mesin. Daya sistem Manokwari pun turun dari 50 MW menjadi 37,5 MW, sehingga mengalami defisit sekitar 2 MW pada hari kerja.
Selain itu, 90 persen gangguan pemadaman disebabkan pohon yang menumbuh terlalu tinggi dan mengganggu jaringan kabel. PLN mengimbau masyarakat tidak menanam pohon yang melebihi ketinggian tiang listrik, karena pemulihan bisa memakan waktu 4–5 jam.
Arvy menambahkan, kondisi kelistrikan sistem Manokwari saat ini berfluktuasi mengikuti pola beban harian dengan Daya Mampu Pasok (DMP) 37,5 MW dan beban puncak berkisar 36-39,5 MW. Pada hari kerja, sistem mengalami defisit daya sekitar 2 MW, sedangkan pada akhir pekan masih tersedia cadangan daya sekitar 1 MW.
Sebagai solusi jangka pendek, PLN menyiapkan pembangkit sewa tambahan 10 MW, dimana 5 MW beroperasi minggu ketiga Oktober, dan 5 MW lagi pada minggu kedua November 2026. Dengan penambahan tersebut, diharapkan sistem Manokwari tidak lagi defisit, bahkan bisa surplus daya.
Untuk jangka panjang, telah dibangun jaringan transmisi 150 kV dan GI Manokwari 60 MVA, serta direncanakan penambahan pembangkit baru sebesar 89,6 MW dan gardu induk baru di Prafi dan Ransiki.[SDR-R2]










