Manokwari, TP – Asap yang diduga dari proses pembakaran sampah di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) di Arfai, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, akhir-akhir ini, sehingga warga dan anak-anak mengeluh mengalami sesak nafas dan batuk.
Kondisi dari polusi asap yang dialami warga dan anak-anak di daerah Sowi, termasuk di sejumlah kampung yang berdekatan dengan lokasi TPAS, sehingga mereka harus memeriksa kesehatanya ke puskesmas terdekat.
Petugas kesehatan di Puskesmas Sowi, dr. Astrid Abrahams mengakui, belakangan ini, pihaknya menerima pasien, khususnya anak-anak didampingi orangtuanya datang berobat ke Puskesmas Sowi mengeluh sesak nafas dan batuk akibat polusi udara yang kurang baik dari terbakarnya sampah di TPAS.
“Ada pasien, khususnya anak-anak yang beberapa waktu lalu berobat ke Puskesmas Sowi. Anak-anak yang datang periksa dan berobat, lebih dari lima orang. Mereka sudah kita periksa dan berikan obat terkait keluhan penyakit yang diderita,” kata Astrid yang ditemui Tabura Pos di Puskemas Sowi, Senin (7/9/2026).
Dia menjelaskan, untuk penyakit batuk dan sesak pernafasan, khususnya pada anak-anak, biasanya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan, alergi asap rokok atau paparan asap akibat adanya polusi udara.
“Penyakit yang kita tangani, khususnya anak-anak yang berobat di Puskesmas Sowi masih dikategorikan penyakit biasa atau ringan, sehingga tidak mengancam nyawa anak-anak. Bisa sembuh dalam waktu singkat dengan rutin kita memberikan obat,” terang Astrid.
Ditanya tentang data anak-anak yang terkena batuk dan sesak nafas akibat polusi asap, Astrid menyarankan untuk ditanyakan langsung ke petugas di Pos Penanganan Kesehatan, karena mereka yang saat ini sedang bertugas di lapangan.
“Kita di Puskesmas Sowi saat ini sudah mendirikan Posko Kesehatan yang terletak di Kampung Masyepi, Distrik Manokwari Selatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari untuk melayani masyarakat,” jelas Astrid.
Menurutnya, tujuan pendirian Posko Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk membantu melayani masyarakat di Kampung Masyepi dan warga yang rumahnya berdekatan dengan TPAS.
Lanjutnya, warga di sekitar TPAS yang merasakan dampak langsung akibat asap dan rentan terserang penyakit akibat terbakarnya sampah.
“Ini juga sebagai bentuk pengabdian, sekaligus pelayanan kita petugas kesehatan di Puskesmas Sowi terhadap masyarakat, sehingga bisa dilayani secara maksimal,” ungkapnya.
Astrid mengimbau warga di wilayah Sowi dan sekitarnya lebih menjaga kesehatan, khususnya lagi yang sekarang terpapar asap agar memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. [CR18-R1]










