Manokwari, TP — Atlit pencak silat Satria Tunggal yang perwakilan Provinsi Papua Barat berhasil meraih Juara 1 Umum kategori Remaja dalam ajang Gubernur Cup Papua Barat Daya. Turnamen berlangsung di GOR Unimuda Sorong, 29 Juli–1 Agustus 2026, diikuti 320 atlit dari 38 kontingen yang berasal dari 5 provinsi: Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Maluku.
Para pelatih dan atlit diterima langsung oleh Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, di rumas dinas Gubernur, Susweni, Jumat (11/9/2026).
Gubernur Mandacan menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi yang mengharumkan nama Papua Barat. “Teruslah giat belajar dan berlatih agar ke depannya dapat mengikuti ajang perlombaan pencak silat di tingkat nasional,” pesan Mandacan.
Pelatih Satria Tunggal, Agus Hendro Budiyanto, S.Kep.Ns., menyampaikan turnamen tersebut diikuti peserta dari 6 provinsi. Ia juga menjelaskan saat ini pembinaan masih difokuskan pada kelompok usia remaja.
“Diperkirakan dalam dua tahun ke depan Papua Barat akan memiliki banyak atlit dewasa khususnya pencak silat,” ujarnya.
Selama bertanding di Sorong, pelatih dan atlit membiayai keperluan secara swadaya serta sumbangan orang tua dan kerabat. Hingga saat ini belum ada bantuan resmi dari pemerintah daerah.
“Kami belum mendapatkan bantuan resmi dari pemerintah daerah dalam hal dana untuk menunjang kegiatan, khususnya dana pembinaan bagi pelatih dan atlit yang sudah berjuang membawa nama Papua Barat,” ungkap Agus Hendro.
Ia pun memaparkan deretan prestasi yang telah diraih Satria Tunggal. Juara 1 Umum Remaja Piala Gubernur PBD 2026. Juara 1 Umum Remaja Piala Bupati Bintuni 2025.
Juara 1 Umum Pra-Remaja Piala Bupati Bintuni 2025. Juara 1 Umum Bintang Pelajar Championship 9 Manokwari 2025. Juara 1 Umum Lintang Songo Kasuari 2 Tahun 2025. Juara 1 Umum Bintang Pelajar Championship 8 & 7 Tahun 2024.Juara 2 Umum Piala Danlantamal Sorong 2024. Juara 1 Umum Bintang Pelajar Championship 6.
Agus Hendro berharap pertemuan dengan Gubernur ini membawa dukungan berupa fasilitas latihan seperti matras, pecing bodi, samsak, serta dana pembinaan agar pelatih dan atlit dapat berlatih secara maksimal dan meraih prestasi lebih tinggi lagi.
“Semoga ke depannya pemerintah daerah lebih memperhatikan kami sebagai perguruan, guru silat, pelatih, maupun atlit yang selama ini banyak berjuang sendiri dengan keterbatasan anggaran,” pungkasnya.[K&K-R2]










