Manokwari, Papua Barat – Perum Bulog Cabang Manokwari, Papua Barat, menyalurkan beras bantuan pangan pemerintah periode Juli, Agustus, dan September 2026 sebanyak 259,02 ton kepada 8.634 penerima manfaat di Kabupaten Pegunungan Arfak.
Kepala Perum Bulog Manokwari Sheika Irawaty di Manokwari, Senin, mengatakan pendistribusian beras bantuan pangan yang menggunakan jasa transporter telah mencapai 100 persen dari total alokasi.
“Karena penyaluran sekaligus untuk tiga bulan, maka setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras bantuan pangan dari pemerintah,” kata Sheika.
Ia menjelaskan proses penyaluran dilakukan melalui kantor distrik maupun balai kampung yang tersebar di Distrik Hingk sebanyak 67,02 ton beras (2.234 penerima), Minyambouw 59,16 ton (1.972 penerima), dan Catubouw 29,13 ton (971 penerima).
Kemudian, Didohu 26,67 ton (889 penerima), Taige 16,83 ton (561 penerima), Testega 15,21 ton (507 penerima), Anggi 13,98 ton (466 penerima), Sururey 13,71 ton (457 penerima), Anggi Gida 9,78 ton (326 penerima), dan Membey 7,53 ton (251 penerima).
“Rata-rata penyaluran langsung di balai kampung, tapi ada juga yang melalui kantor distrik. Penyaluran terakhir itu di Distrik Taige,” ujarnya.
Menurut Irawaty, penyaluran bantuan pangan periode Juli-September ke sepuluh distrik di Kabupaten Pegaf tidak mengalami kendala signifikan yang mengakibatkan kekurangan kuantitas serta penurunan kualitas beras.
Kelancaran seluruh proses distribusi beras bantuan pangan tidak terlepas dari dukungan pemerintah kabupaten, pemerintah distrik, tokoh masyarakat, dan personel TNI Angkatan Darat yang turut melakukan pengawalan.
“Aparat TNI turut hadir sebagai saksi saat serah terima beras bantuan pangan dari pihak transporter ke pemerintah distrik,” ujarnya.
Selain itu, Bulog juga masih melakukan penyaluran bantuan pangan kepada penerima manfaat di empat kabupaten lainnya, yaitu Manokwari 674,40 ton, Teluk Bintuni 302,88 ton, Teluk Wondama 184,56 ton, dan Manokwari Selatan 172,17 ton.
Penyaluran tersebut dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan tingkat kesulitan geografis dan lokasi distrik yang paling jauh dari ibu kota masing-masing kabupaten guna mengantisipasi kondisi cuaca.
“Seperti Teluk Bintuni kami mulai dari wilayah pesisir, dan Teluk Wondama masih menunggu jadwal kapal. Mungkin dalam minggu ini mulai distribusi,” ucap Irawaty. [Pewarta: Fransiskus Salu Weking/Editor: Kelik Dewanto/ANTARA]










