Manokwari, TP — Kanwil Ditjenpas Papua Barat gelar razia gabungan di Lapas Kelas II B Manokwari, Rabu (16/9/2026) malam, didukung TNI, Polri, dan BNN. Sebanyak 60 warga binaan serta pegawai dites urine dan seluruhnya negatif narkoba. Tim juga temukan senjata tajam dan benda berbahaya yang akan dimusnahkan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Papua Barat, I Putu Murdiana, mengatakan razia menyasar seluruh blok hunian warga binaan, kecuali blok isolasi yang ditempati warga binaan yang menjalani perawatan, termasuk penderita penyakit menular seperti TBC dan kusta, dengan tetap memperhatikan standar operasional prosedur kesehatan.
“Razia ini sebagai bagian dari deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas Kelas II B Manokwari. Selain penggeledahan, tim juga melaksanakan pemeriksaan tes urine terhadap warga binaan dan pegawai,” ujar Murdiana di damping Kalapas Kelas II B Manokwari, Adhy Prasetyanto kepada wartawan usai razia.
Dijelaskannya, warga binaan yang menjalani tes urine sebelumnya telah dipetakan oleh pihak Lapas berdasarkan sejumlah indikator, termasuk warga binaan yang memiliki latar belakang perkara narkotika maupun yang disinyalir memiliki potensi penyalahgunaan narkoba.
“Langkah ini dilakukan agar pemeriksaan dapat berjalan efektif sekaligus memastikan tidak ada warga binaan yang masih menggunakan narkotika selama menjalani masa pidana. Sebanyak 60 sampel diperiksa, terdiri dari 50 warga binaan dan 10 pegawai. Hasilnya semuanya negatif. Jadi dari 60 sampel tes urine yang kita lakukan malam ini, semuanya negatif,” ungkapnya.
Dari hasil penggeledahan ditemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam blok hunian, di antaranya senjata tajam, cutter, potongan besi, mistar berbahan baja, serta benda-benda kecil lainnya yang berpotensi digunakan sebagai alat untuk melukai atau membahayakan warga binaan maupun petugas. Semua barang yang ditemukan akan dimusnahkan.
“Saya sudah mengarahkan Kepala Lapas untuk meningkatkan sosialisasi kepada warga binaan mengenai barang-barang yang dilarang berada di dalam kamar hunian. Kita akan terus melakukan kampanye dan sosialisasi terkait efek buruk narkoba. Kita juga berharap Lapas ini bisa bersih dari narkoba,” pungkasnya. [SDR-R2]










