Bintuni, TP — Wakil Ketua II DPRK Teluk Bintuni Yasman Yasir, S.E., memanfaatkan momen Hari Perhubungan Nasional ke-55 mendesak peningkatan konektivitas transportasi. Bandara Setengkol perlu dikembangkan agar layani pesawat lebih besar pada 2027, Bandara Babo dibuka untuk umum, serta dermaga dimanfaatkan maksimal guna menekan biaya distribusi dan harga kebutuhan pokok.
Yasman menyoroti Bandara Setengkol yang kini hanya dilayani Susi Air dengan kapasitas 11–12 penumpang per penerbangan. “Kami berharap Kementerian Perhubungan memperhatikan pengembangan bandara baru atau peningkatan kapasitas. Semoga tahun 2027 bisa terealisasi sebagai kado bagi masyarakat Teluk Bintuni,” ujarnya. Bandara ini telah melayani masyarakat sejak masa pemerintahan Presiden Soeharto, saat Bintuni masih berstatus kecamatan.
Selain itu, ia mendesak agar Bandara Babo tidak hanya melayani kepentingan perusahaan, tetapi juga dibuka untuk penerbangan masyarakat umum.
Di sektor laut, Yasman menekankan pentingnya pemanfaatan dermaga secara optimal. Kurangnya fasilitas bongkar muat membuat biaya distribusi membengkak — harga satu sak semen di Babo bisa mencapai Rp160 ribu, jauh lebih mahal dibanding daerah lain sekitar Rp100 ribu.
“Dermaga Tofoi yang telah diresmikan harus dimanfaatkan maksimal agar kapal kargo dapat masuk, perputaran ekonomi meningkat, dan harga barang dapat ditekan,” tegasnya.
Kondisi geografis Teluk Bintuni menuntut perhatian khusus pada konektivitas udara maupun laut. Pembangunan infrastruktur transportasi menjadi kunci membuka akses wilayah pesisir dan pedalaman, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Semoga Harhubnas ke-55 ini menjadi semangat meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan konektivitas. Transportasi maju, Indonesia semakin terhubung dan berdaya saing,” pungkas Yasman.[CR25-R2]










