Manokwari, TP – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat periode 2026–2030 terpilih, Yosias Saroy menargetkan penyusunan struktur kepengurusan baru dapat diselesaikan dalam waktu singkat tanpa menunggu batas waktu 30 hari. Langkah cepat itu diambil demi mempercepat persiapan para atlet menghadapi berbagai agenda kejuaraan penting yang sudah di depan mata.
“Untuk struktur, kita berharap tidak sampai 30 hari. Dalam beberapa hari ke depan akan segera kita susun, lengkapi, dan pasti kita akan libatkan semua cabor untuk sama-sama membangun olahraga,” ujar Yosias usai penetapan Musorprovlub KONI Papua Barat di Swiss-Belhotel Manokwari, Kamis (17/9/2026) malam.
Yosias menekankan bahwa percepatan pembentukan kepengurusan dan konsolidasi organisasi sangat mendesak karena Papua Barat akan segera berhadapan dengan babak kualifikasi Pra-PON hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Yosias juga menegaskan kemenangan di Musorprovlub ini bukanlah milik pribadi, melainkan milik seluruh elemen masyarakat dan insan olahraga di Papua Barat, baik yang bertahan di forum maupun yang sempat melakukan aksi keluar ruangan (Walk Out).
“Kemenangan ini bukan kemenangan saya secara pribadi, tetapi kemenangan untuk kita semua, baik yang tadi keluar maupun kita semua yang ada di dalam ini. Karena ini adalah olahraga, ini bukan politik. Olahraga itu harus menjadi alat pemersatu bangsa untuk menyatukan kita semua,” tegas Yosias.
Sebagai bentuk komitmen menjaga persatuan, Yosias menyatakan kesiapannya untuk merangkul rivalnya, Mohamad Lakotani beserta 19 cabang olahraga pendukungnya untuk masuk ke dalam kepengurusan.
“Saya ajak teman-teman jangan lagi kita mempersoalkan hasil yang ada. Saya bersedia untuk merangkul Pak Mohamad Lakotani beserta cabor pendukungnya untuk sama-sama ada di dalam satu perahu besar ini. Semua 19 cabor akan saya rangkul, termasuk Bapak Mohamad Lakotani yang pertama dan semua tim,” lugasnya.
Ia mengingatkan Papua Barat memiliki wilayah yang luas dari pesisir hingga pegunungan, sehingga membutuhkan kebersamaan seluruh pihak demi mengharumkan nama daerah melalui prestasi olahraga.
“Mari kita tinggalkan masalah pilih-memilih, itu hal biasa dalam demokrasi. Jangan jadikan itu untuk menghambat kita, karena dalam waktu dekat kita menghadapi Kejurnas dan Pra-PON. Kita semua bersaudara, satu keluarga besar, dan siap mengibarkan bendera KONI Papua Barat di tujuh kabupaten,” pungkas Yosias. [SDR-R2]










