Manokwari, TP – Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) SMP Negeri (SMPN) 1 Manokwari ke-63 pada 2026, mengadakan sejumlah kegiatan di bawah tema ‘Bersatu Dalam Prestasi, Berkarya untuk Masa Depan’ di lapangan SMPN 1 Manokwari, Sabtu, 26 September 2026.
Kegiatan yang digelar 23-26 September 2026, diantaranya lomba kebersihan dan keindahan antar-kelas, lomba memasak nasi goreng antar-guru, jalan santai, dan pentas seni. Tujuan sejumlah kegiatan untuk memperingati hari jadi SMPN 1 Manokwari, memperat tali silaturahmi, dan menyalurkan bakat kreativitas siswa-siswi.
Ketua panitia, Trisye Ronsumbre, A.Md berharap pada usia ke-63 tahun ini, SMPN 1 tetap menjadi sekolah yang unggul, menghasilkan siswa dan siswi yang berprestasi dan menjadi generasi masa depan, yakni generasi emas.
“Harapan lebih untuk para siswa-siswi agar tetap mengikuti pendidikan, belajar menimba ilmu di sekolah ini dengan penuh semangat, dengan penuh rasa tanggung jawab, mematuhi aturan dan tata tertib di sekolah. Dari situlah akan menjadi momen tersendiri untuk seluruh warga SMPN 1 Manokwari untuk tetap mempertahankan SMP, dulu satu, sekarang satu, dan selamanya tetap satu,” tandas Trisye Ronsumbre kepada Tabura Pos usai pentas seni di SMPN 1 Manokwari, Sabtu, 26 September 2026.
Di samping itu, Trisye Ronsumbre juga berpesan untuk rekan-rekan guru, terlebih kepala sekolah selaku pimpinan di sekolah ini, apapun yang dilaksanakan di sekolah ini, selaku penanggung jawab dan guru, ini merupakan suatu tugas penting, tugas yang dititipkan negara, harus dijalankan dengan penuh semangat. dan sabar untuk menjadikan SMPN 1 sebagai tempat untuk mendidik, membimbing, dan mengajar peserta didik.
“Sehingga diharapkan ke depan, anak-anak atau generasi ini akan mencapai suatu kesuksesan yang luar biasa,” kata Trisye Ronsumbre.
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 1 Manokwari, Yusup, S.Pd mengatakan, usia 63 tahun bukan usia yang muda lagi, sehingga sudah banyak yang ditelurkan dari SMPN 1 Manokwari. Bahkan mungkin ada alumni dari SMPN 1, sudah ada yang berkarya di berbagai bidang, diantaranya di pemerintahan dan pendidikan, dan ada yang menjadi guru di tempat ini.
“Dengan tema Bersatu Dalam Prestasi, Berkarya untuk Masa Depan menjadi pemacu semangat kita di SMPN 1 Manokwari, kiranya lewat nasehat yang diberikan ibu pendeta tadi, menjadi penyemangat bagi kami SMPN 1 untuk membangun generasi, bukan hanya sekedar menjalankan rutinitas, tetapi membangun generasi yang didasari batu, dengan arti dasar yang kuat, sehingga menjadi generasi yang dapat dibanggakan, baik oleh sekolah maupun bangsa dan negara ini,” ungkap Yusup.
Dikatakan Yusup, pihaknya membutuhkan dukungan semua pihak untuk kemajuan SMPN 1. Lanjutnya, SMPN 1 berkomitmen untuk terus menjaga SMPN 1 Manokwari dengan semboyan, dulu satu, sekarang satu, dan selamanya tetap menjadi nomor satu.
“Itu akan menjadi pemacu semangat kami untuk terus berkarya dalam dunia pendidikan,” katanya sembari memohon kerja sama para guru, orangtua, dan seluruh siswa untuk membangun SMPN 1 agar ke depan semakin baik.
Ia menambahkan, pihaknya didorong untuk mengadakan HUT besar-besaran, tetapi dengan berbagai keterbatasan, mungkin di lain kesempatan, perayaan bisa dilaksanakan lebih meriah. “Kali ini memang kami tidak melibatkan alumni untuk hadir. Kalau melibatkan alumni, mungkin sekolah ini tidak cukup lagi,” pungkas Yusup.
Asisten I Setda Kabupaten Manokwari, Samsul Huda mewakili Bupati Manokwari, Hermus Indou mengatakan, 63 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalam perjalanan panjang tersebut, tentu terdapat pengabdian, perjuangan dan karya dari begitu banyak kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orangtua, alumni dan masyarakat yang telah memberikan kontribusi demi kemajuan SMPN 1 Manokwari.
“Momentum hari ulang tahun ini, hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai sebuah acara seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi, evaluasi, dan pembaruan komitmen untuk membawa SMPN 1 Manokwari menjadi semakin maju, semakin berprestasi, semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dan semakin mampu menghasilkan generasi yang berkualitas,” papar Huda.
Menurutnya, prestasi tidak lahir dari kecerdasan seseorang, tetapi prestasi tumbuh dari disiplin, kerja keras, ketekunan, kolaborasi serta lingkungan pendidikan yang sehat. Lanjut Huda, masa depan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus disiapkan sejak hari ini melalui pendidikan yang bermutu.
“Anak-anak kita yang hari ini duduk di bangku SMP akan hidup di zaman yang jauh berbeda dengan zaman kita. Mereka akan menghadapi perkembangan teknologi, digitalisasi, kecerdasan buatan, perubahan dunia kerja, perubahan lingkungan serta kompetisi yang semakin terbuka. Karena itu, sekolah tidak boleh hanya menghasilkan anak yang mampu memperoleh nilai akademik tinggi. Sekolah harus mampu membentuk manusia yang cerdas, berkarakter, berintegritas, disiplin, kreatif, dan mampu bekerja sama, menguasai teknologi, menghargai keberagaman serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Inilah hakikat pembangunan sumber daya manusia,” papar Asisten I.
Dirinya mengklaim, bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, pendidikan merupakan investasi pembangunan yang paling fundamental. Pembangunan jalan, gedung, pasar, dan berbagai infrastruktur, tetapi pembangunan fisik tidak dapat memberikan manfaat yang optimal apabila di saat bersamaan, tidak membangun kualitas manusianya.
“Oleh karena itu, Pemkab Manokwari memberikan perhatian yang serius terhadap peningkatan akses dan kualitas pendidikan. Salah satu kebijakan penting yang kita laksanakan adalah penyelenggaraan pendidikan gratis melalui program Bantuan Operasional Daerah Manokwari (BOSDAMA). Kebijakan pendidikan gratis telah diperkuat melalui Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Manokwari Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Gratis,” jelas Asisten I.
Ditambahkannya, dalam pelaksanaan, BOSDAMA menjadi salah satu instrumen pemda untuk membantu pembiayaan penyelenggaraan pendidikan, sehingga beban masyarakat terhadap pendidikan dapat dikurangi. Pemkab Manokwari, tegasnya, sudah meminta agar satuan pendidikan melaksanakan kebijakan ini secara tertib dan menghindari pungutan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
“Kita tidak ingin ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena orangtuanya mengalami keterbatasan ekonomi. Kita tidak ingin pendidikan berkualitas hanya dapat dinikmati kelompok masyarakat tertentu. Setiap anak di Kabupaten Manokwari harus memperoleh kesempatan untuk bertumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi dirinya. Namun saya perlu tegaskan, pendidikan gratis tidak berarti pendidikan kehilangan kualitas. Justru karena pemerintah mengambil bagian dalam pembiayaan pendidikan, maka sekolah memiliki tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan anggaran pendidikan benar-benar menghasilkan peningkatan kualitas pendidikan,” terang Huda.
Untuk itu, Asisten I meminta dinas pendidikan, kepala sekolah dan seluruh jajaran guna memastikan pelaksanaan BOSDAMA tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat terhadap peserta didik. “Kepada kepala sekolah dan guru, saya menitipkan beberapa hal. Pertama, tingkatkan terus kualitas pembelajaran, jangan biarkan sekolah berjalan secara rutin tanpa inovasi. Guru harus terus belajar, karena ketika dunia berubah, cara kita mendidik anak-anak juga harus terus berkembang,” pintanya.
Kedua, memperkuat pendidikan karakter, disiplin, kejujuran, tanggung jawab, etika, penghormatan kepada orangtua dan guru, toleransi serta kepedulian sosial, harus menjadi bagian dari sekolah. Ketiga, manfaatkan teknologi secara positif, apalagi anak-anak ini adalah generasi digital.
“Sekolah harus mengajarkan mereka bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi mampu menggunakan teknologi untuk belajar, menciptakan karya, dan menyelesaikan persoalan,” harapnya.
Keempat, menciptakan sekolah yang aman, nyaman dan ramah anak, tidak boleh ada perundungan, kekerasan, maupun diskriminasi mendidik dan sekolah. “Kelima, bangun kolaborasi dengan orangtua, alumni dan masyarakat. Pendidikan tidak mungkin berhasil apabila tanggung jawabnya hanya diserahkan kepada guru dan sekolah,” katanya.
Asisten I berpesan untuk para siswa SMPN 1 Manokwari, kalian lah menjadi alasan utama mengapa pemerintah membangun dan mengalokasikan anggaran pendidikan. “Gunakan kesempatan belajar ini dengan baik, hormati guru kalian, sayangi orangtua kalian, bangun disiplin, rajin membaca, dan jangan takut bermimpi, jangan mudah menyerah, jangan menggunakan teknologi dan media sosial hanya untuk hiburan. Gunakan untuk menambah pengetahuan, mengembangkan kreativitas, dan membangun prestasi. Manokwari membutuhkan generasi muda yang bukan hanya pintar, tetapi memiliki karakter, integritas, dan keberanian untuk berkarya,” ujarnya.
Dirinya juga mengapresiasi para guru, dimana profesi guru merupakan salah satu pengabdian yang menentukan masa depan daerah dan bangsa. Mungkin, hasil pekerjaan seorang guru tidak selalu terlihat hari ini, tetapi ilmu, nilai, dan karakter yang ditanamkan, akan hidup puluhan tahun di dalam diri anak-anak didik.
Huda juga mengajak para alumni, jangan melupakan sekolah yang menjadi bagian dari perjalanan hidup saudara. “Bangun jaringan alumni yang kuat dan berikan kontribusi yang nyata bagi almamater, baik melalui gagasan, pendampingan, jejaring maupun dukungan lainnya,” tandas Asisten I. [HEN-R1]










