Ransiki, TP – Nelayan di wilayah Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel} menyampaikan sejumlah tuntutan mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Mansel, mulai dari percepatan pembangunan SPBU Nelayan di Raipawi, penambahan kuota BBM bersubsidi, hingga pengadaan alat tangkap dan keselamatan kerja.
Perwakilan Nelayan Ransiki, Gehase Dimara, menyampaikan empat poin kesepakatan nelayan kepada wartawan di Raipawi, Selasa (29/9/2026). Pertama, nelayan meninta kepada Pemda, melalui DKP untuk mempercepat proses pembangunan SPBU Nelayan di Raipawi.
Kedua, nelayan menimta agar usulan penambahan kuota BBM bersubsidi bagi nelayan yang sudah disampaikan DKP saat pertemuan dengan bapak Bupati Mansel beberapa waktu lalu, sesegara mungkin ditindaklanjuti dan direalisasikan.
Nelayan juga meminta adanya penambahan jatah BBM bersubsidi bagi nelayan dari 30 liter menjadi 60 liter, mengingat kebutuhan nelayan untuk melaut dalam jangkauan yang jauh dan membutuhkan BBM yang cukup untuk perjalanan pergi dan pulang. “Dinas silakan turun ke lapangan, jangan hanya duduk diam dan bicara di tempat,” tegas Gehase.
Ketiga, nelayan meminta adanya pengadaan rommpon bagi nelayan Ransiki guna meningkatkan hasil produksi, dan juga pengadaan GPS bagi nelayan sesuai jumlah perahu.
Yang terakhir, nelayan meminta kepada DKP untuk memproses Kartu Kusuka bagi nelayan, dikarenakan sebagian besar nelayan Ransiki belum memiliki Kartu Kusuka.
“Rommpon penting sebagai rumah ikan dan menambah hasil tangkapan, GPS kita butuhkan di setiap perahu untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkan seperti kejadian almarhum Sampara, beberapa waktu lalu,” ucap Gehase Dimara.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRK Mansel, Joni Saiba mengatakan, seusai hasil RDP pihaknya dengan DKP, maka legislatif meminta Pemda segera memfasilitasi penambahan kuota BBM bersubsidi di SPBU Oransbari dan Wariab.
“Kalau bagian ini tidak secepatnya dilakukan Pemda, maka akan menjadi masalah. Disperindagkop secepatnya harus difasilitasi untuk memperjuangkan penambahan kuota BBM bersubsidi,” harap dia.
Soal apa yang menjadi keluhan nelayan, Saiba meminta DKP merespon baik hal itu dan pastikan bahwa jatah BBM bersubsidi bagi nelayan disalurkan tepat sasaran
Selain itu, pengadaan Rommpon dan GPS juga harus dipikirkan secara baik dan diusahakan oleh DKP, demi mendorong kesejahteraan dan keselamatan kerja nelayan di Manokwari Selatan. [BOM-R2]










