Sorong, TP — Kontras tajam terlihat di Kota Sorong, baru saja meraih penghargaan Terbaik I Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri pada 28 September 2026 di Jakarta.
Namun tiga hari kemudian akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dipalang, sehingga sampah mulai menumpuk dan mengeluarkan bau busuk di sejumlah titik kawasan perkotaan.
Wali Kota Sorong Septinus Lobat menerima penghargaan tersebut dalam ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Papua. Namun pada 1 Oktober 2026, pemalangan akses TPA menghambat operasional armada pengangkut, termasuk PT Bangun Malamoi Indah (BMI).
Memasuki 4 Oktober, tumpukan sampah yang tak terangkut mulai menimbulkan bau tak sedap dan keluhan warga kian menguat.
Persoalan TPA sebenarnya bukan hal baru, masalah akses, lahan, timbunan, hingga risiko kebakaran sudah menjadi perhatian sebelumnya. Kini sorotan tertuju pada keberlanjutan sistem pengelolaan sampah yang terlihat rapuh ketika akses terputus.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Sorong belum memberikan komentar maupun langkah konkret penyelesaian. [CR30-R2]










