Manokwari, TP – Sejumlah sekolah masih melakukan aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ditengah pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) mulai 7 Oktober 2026 akibat kabut asap.
Pantauan Tabura Pos, Rabu (7/10/2026), beberapa SD dan SMA di Manokwari masih ada aktivitas. Namun, tidak seperti hari biasa sebelum adanya pemberlakuan PJJ. Salah satunya di SD 32 Sanggeng. Sejumlah murid ke sekolah datang untuk makan bergizi gratis (MBG) lalu pulang.
Sementara itu, SMA Negeri 1 Manokwari masih melaksanakan belajar mengajar karena baru mendapat informasi adanya pemberlakuan PJJ.
“Kami baru dapat informasi PJJ sekitar jam 21.00 WIT atau jam 9 malam, akhirnya pagi ini anak-anak sekolah. Kami sudah rapatkan mulai besok 8 Oktober anak-anak belajar dari rumah,” kata Kepala SMA Negeri 1 Manokwari, Lucinda P. Mandobar kepada wartawan di sekolahnya, Rabu (7/10/2026).
SMA Negeri 1 Manokwari, kata Mandobar sudang menyiapkan teknis PJJ. Setiap anak dan guru akan mendapat tugas dan tanggung jawab yang akan dilaporkan setiap hari.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Manokwari, Pardjiyanti menerangkan mengeluarkan surat edaran untuk PJJ berupa online maupun penugasan kepada peserta didik.
“Untuk pembelajar jarak jauh di kondisi dengan karistik dan ketersediaan internet di lingkungan sekolah tersebut. Jadi tidak semua sekolah harus melaksanakan PJJ tetapi sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan serta kemampuan peserta didik dan tenang pendidikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, PJJ dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip fleksibel dan adaptif terhadap kondisi peserta didik dan tidak membebani peserta didik maupun orang tua, dengan menjamin tetap pelaksanaan pendidikan gratis.
“Kemudian satuan pendidikan membantu dinas pendidikan untuk memantau perkembangan kondisi kualitas udara dan memperhatikan kondisi alam mengenai kabut asap. Kepala sekolah berkomunikasi dengan orang tua terkait mekanisme pembagian MBG, sehingga program bisa terlaksana,” jelasnya. [SDR-R2]










