Sorong, TP – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Papua Barat Daya mengajak mahasiswa ikut menjaga kekayaan sumber daya hayati Papua dengan menjadi duta karantina di lingkungan masing-masing.
Ajakan tersebut disampaikan dalam rangkaian roadshow edukasi karantina yang digelar di Universitas Kristen Papua dan Universitas Nani Bili Nusantara Sorong pada 7-8 Oktober 2026.
Ketua Tim Kerja Penegakan Hukum Balai Karantina Papua Barat Daya Supriyanto Priyo mengatakan, kekayaan hayati Papua merupakan aset yang perlu dijaga bersama agar tetap lestari.
“Kekayaan sumber daya hayati Papua merupakan suatu kebanggaan yang perlu dijaga agar tetap lestari. Upaya ini tidak terlepas dari peran Badan Karantina Indonesia,” ujar Supriyanto yang hadir mewakili Kepala Balai Karantina Papua Barat Daya, Jumat, (9/10/2026).
Menurut dia, masih banyak masyarakat yang mispersepsi terhadap istilah karantina. Di mana istilah ini masih sering dikaitkan dengan pengalaman pandemi COVID-19. Padahal, tugas karantina memiliki cakupan yang lebih luas, mulai dari perlindungan sumber daya hayati, pencegahan masuk dan tersebarnya hama serta penyakit, menjaga ketahanan pangan, hingga mendukung perdagangan komoditas melalui pemenuhan persyaratan karantina.
“Barantin merupakan salah satu benteng pertahanan negara yang fungsinya sama dengan TNI dan Polri, hanya objeknya saja yang berbeda. Karantina melakukan pengamanan dan pengawasan terhadap ancaman pelestarian sumber daya alam hayati,” kata Supriyanto.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan tugas dan fungsi Badan Karantina Indonesia, termasuk delapan tindakan karantina yang dikenal dengan istilah 8P.
Materi disampaikan oleh narasumber dari bidang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan dengan membahas berbagai risiko yang dapat mengancam sumber daya hayati.
Melalui edukasi tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami fungsi karantina, tetapi juga mampu mengenali pentingnya kepatuhan ketika melalulintaskan hewan, ikan, tumbuhan, maupun produk turunannya.
Supriyanto mengatakan, keterlibatan generasi muda penting karena informasi mengenai karantina perlu disebarkan lebih luas kepada masyarakat.
Karena itu, mahasiswa didorong menjadi duta karantina dengan membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.
“Mencegah itu lebih baik daripada mengobati, sudah begitu banyak kasus pelanggaran yang berujung pada kerugian,” ujarnya.
Roadshow tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Karantina Indonesia ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia.
Balai Karantina Papua Barat Daya berharap keterlibatan mahasiswa dapat memperluas pemahaman publik mengenai pentingnya karantina sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap perlindungan sumber daya hayati Papua. [*CR24-R2]










