• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, Oktober 13, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home MANOKWARI

BMKG Sebut Kabut Asap di Manokwari Kiriman dari Kebakaran di Papua Selatan

AdminTabura by AdminTabura
12/10/2026
in MANOKWARI
0
BMKG Sebut Kabut Asap di Manokwari Kiriman dari Kebakaran di Papua Selatan

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Rendani Manokwari, Cipta Utama, memberikan keterangan pers kepada wartawan di Bandara Rendani, Senin (12/10/2026). Foto: TP/SDR

0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Manokwarik, TP- Kabut asap yang menyelimuti Manokwari bukan berasal dari api di wilayah ini, melainkan terbawa angin dari kebakaran hutan dan lahan di Papua Selatan, khususnya Merauke. Demikian diungkapkan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Rendani Manokwari, Cipta Utama, kepada wartawan di kantor bandara, Senin (12/10/2026).

“Titik api paling banyak berada di Papua Selatan. Saat ini arah angin lebih dominan bertiup dari Timur ke Utara, sehingga asap dari sana terbawa hingga ke Maluku, Papua Tengah, termasuk Papua Barat,” jelasnya.

Wilayah yang paling terdampak di antaranya Fakfak dan Kaimana, sementara asap juga kini mencapai Sorong dengan jarak pandang hanya sekitar 2.000 meter. Cipta menjelaskan hujan di Manokwari belum mampu menghilangkan asap secara tuntas.

“Karena asapnya bukan berasal dari sini, hujan hanya dapat mengurangi sesaat. Setelah itu asap kembali pekat karena terus mengalir dari sumbernya,” ujarnya.

Kondisi El Nino yang masih berlangsung diprediksi akan berlanjut hingga 2027. Musim hujan di Papua Barat diperkirakan baru akan tiba sekitar akhir November hingga Desember, namun intensitasnya diperkirakan belum optimal karena pengaruh El Nino tersebut. [SDR-R2]

Previous Post

Kabut Asap Belum Hilang, Penerbangan di Bandara Rendani Belum Normal

Next Post

Kabut Asap Tebal, Sejumlah Penerbangan di Bandara DEO Sorong Dibatalkan

Next Post
Kabut Asap Tebal, Sejumlah Penerbangan di Bandara DEO Sorong Dibatalkan

Kabut Asap Tebal, Sejumlah Penerbangan di Bandara DEO Sorong Dibatalkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!