Manokwarik, TP- Kabut asap yang menyelimuti Manokwari bukan berasal dari api di wilayah ini, melainkan terbawa angin dari kebakaran hutan dan lahan di Papua Selatan, khususnya Merauke. Demikian diungkapkan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Rendani Manokwari, Cipta Utama, kepada wartawan di kantor bandara, Senin (12/10/2026).
“Titik api paling banyak berada di Papua Selatan. Saat ini arah angin lebih dominan bertiup dari Timur ke Utara, sehingga asap dari sana terbawa hingga ke Maluku, Papua Tengah, termasuk Papua Barat,” jelasnya.
Wilayah yang paling terdampak di antaranya Fakfak dan Kaimana, sementara asap juga kini mencapai Sorong dengan jarak pandang hanya sekitar 2.000 meter. Cipta menjelaskan hujan di Manokwari belum mampu menghilangkan asap secara tuntas.
“Karena asapnya bukan berasal dari sini, hujan hanya dapat mengurangi sesaat. Setelah itu asap kembali pekat karena terus mengalir dari sumbernya,” ujarnya.
Kondisi El Nino yang masih berlangsung diprediksi akan berlanjut hingga 2027. Musim hujan di Papua Barat diperkirakan baru akan tiba sekitar akhir November hingga Desember, namun intensitasnya diperkirakan belum optimal karena pengaruh El Nino tersebut. [SDR-R2]










