• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Oktober 14, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home PAPUA BARAT

Penurunan Angka Kemiskinan Diapresiasi, UNCRI: Banyak Warga Belum Tepat Terdata di Desil Ekonomi

AdminTabura by AdminTabura
13/10/2026
in PAPUA BARAT
0
Penurunan Angka Kemiskinan Diapresiasi, UNCRI: Banyak Warga Belum Tepat Terdata di Desil Ekonomi

Rektor UNCRI, Prof. Roberth K.R. Hammar, di Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Senin (12/10/2026). Foto:TP/DOK

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Manokwari , TP – Penurunan angka kemiskinan di Provinsi Papua Barat patut diapresiasi. Namun, data desil ekonomi belum sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata masyarakat, sehingga banyak yang sebenarnya membutuhkan bantuan justru terhalang akses dukungan pemerintah.  

Hal ini disampaikan Rektor Universitas Caritas Indonesia (UNCRI), Prof. Roberth K.R. Hammar, di sela peringatan HUT ke- 27 Provinsi Papua Barat yang berlangsung di Kantor Gubernur, Arfai, Senin (12/10/2026).

Hammar mengatakan, berdasarkan data yang disampaikan, tingkat kemiskinan Papua Barat turun dari 21,09 persen pada 2024 menjadi 19,58 persen pada September 2025, dan kembali menurun menjadi 18,68 persen pada Maret 2026.

“Kami mengapresiasi penurunan tersebut. Namun, perbaikan kondisi ekonomi perlu diikuti dengan kebijakan yang memastikan masyarakat yang masih membutuhkan dapat mengakses pelayanan dan bantuan pemerintah,” ujarnya.

Ia melihat, ‎salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah mahasiswa di Manokwari yang tidak lolos menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah karena data ekonomi keluarga mereka tercatat dalam kelompok desil 6-10.

Untuk diketahui Desil 6 sampai 10 adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dinilai sudah mandiri secara ekonomi. Desil 6 kategori menengah dan seterusnya sampai Desil 10 kategori paling mapan dalam ekonomi.

‎Menurut Hammar, kondisi tersebut perlu dievaluasi karena data administratif belum tentu sepenuhnya menggambarkan keadaan ekonomi keluarga mahasiswa yang bersangkutan.

‎Ia mendorong, pemerintah perlu melakukan verifikasi dan pembaruan data secara berkala agar program bantuan sosial maupun stimulus ekonomi benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Misalnya, bagi ‎mahasiswa yang tidak memperoleh KIP Kuliah kemudian mencari alternatif bantuan pendidikan, termasuk melalui program Papua Cerdas.

‎‎”Evaluasi berkala terhadap keaktifan kuliah dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) diperlukan untuk memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai tujuan dan mendukung prestasi akademik mahasiswa, “katanya.

‎Dalam momentum HUT ke-27 Papua Barat, Roberth berharap pemerintah daerah terus memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dimana, aparatur pemerintah perlu bekerja lebih proaktif dan peka terhadap kebutuhan masyarakat.

“Dengan begitu capaian pembangunan tidak hanya tercermin dalam penurunan angka kemiskinan, tetapi juga melalui perluasan akses masyarakat terhadap pendidikan dan pelayanan yang dibutuhkan,” pungkasnya. [SDR-R2]

Previous Post

Satgas TMMD Kodim 1808/Mansel Tinjau Lokasi dan Droping Material

Next Post

BMKG dan BNPB Bakal Melaksanakan OMC di Fakfak dan Teluk Bintuni

Next Post
BMKG dan BNPB Bakal Melaksanakan OMC di Fakfak dan Teluk Bintuni

BMKG dan BNPB Bakal Melaksanakan OMC di Fakfak dan Teluk Bintuni

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!