Tahun 2026, 45 Sekolah Terima Manfaat
Manokwari, TP – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten terus mendampingi sekolah untuk mendapatkan program revitalisasi sekolah program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala Disdik Kabupaten Manokwari, Pardjiyanti menuturkan, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sekolah untuk mendapatkan program revitalisasi, diantaranya; memperbaiki sarana prasarana yang ada di dashboard Dapodik, kerusakan sekolah lebih dari 30 persen, dan sekolah yang jumlah siswanya melebihi dengan jumlah kelas.
“Tugas kami di Dinas Pendidikan adalah mensosialisasikan program revitalisasi ini kepada satuan pendidikan, dalam hal ini kepala sekolah. Untuk kepala sekolah memperbaiki Dapodik sekolahnya, terutama di sarana prasarana dan juga di jumlah peserta didik,” kata Pardjiyanti kepada Tabura Pos di SD Negeri 42 Taman Ria, Kamis (22/10/2026).
Selain itu, pihaknya memfasilitasi sekolah ketika sudah mengunduh format PUPR yang ada di Dapodik, dan kemudian disahkan oleh Dinas PU dan disahkan oleh Dinas Pendidikan. Pihaknya juga memfasilitasi untuk mendapatkan pengesahan, selanjutnya sekolah meng-upload untuk sebagai syarat penerima revitalisasi.
“Nanti dari Dapodik itu, Kementerian Pendidikan akan melihat prioritas kerusakan yang perlu mendapatkan penanganan secara cepat,” terangnya.
Pardjiyanti menyebutkan, Kabupaten Manokwari dua tahun berturut turut rentang 2025-2026 mendapat program revitalisasi sekolah. Tahun 2025, belasan sekolah dari jenjang pendidikan telah menerima manfaat revitalisasi, yaitu 13 SD, 7 SMP, 2 SMA dan 3 SMK. Sementara tahun 2026, 3 SD, 17 SMP, 3 SMA termasuk SMA Negeri 4 Manokwari dengan teknis pembangunan baru, dan 3 SMK.
Ia menambahkan, untuk satuan pendidikan TK PAUD, tahun 2025 tidak ada yang mendapat program revitalisasi, tatapi di tahun 2026 terdapat 19 TK PAUD yang mendapat program revitalisasi.
“Itu bukan karena ada masalah tetapi mungkin karena kuota anggaran dari APBN yang terbatas. Kami berharap di tahun 2027 lebih banyak sekolah yang mendapatkan program revitalisasi sekolah, karena di Kabupaten Manokwari ada sekitar 300 satuan pendidikan dari PAUD sampai SMA dan SMK,” harap Pardjiyanti. [SDR-R2]










