• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home POLHUKRIM

Calon Penumpang Kapal Pelni Mengeluh Kesulitan Mendapat Tiket Keberangkatan

TaburaPos by TaburaPos
15/12/2023
in POLHUKRIM
0
Calon Penumpang Kapal Pelni Mengeluh Kesulitan Mendapat Tiket Keberangkatan

Para calon penumpang yang mengantre untuk membeli tiket di Kantor PT Pelni Cabang Manokwari, Kamis (14/12). TP/AND

0
SHARES
66
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Manokwari, TABURAPOS.CO – Sejumlah calon penumpang kapal milik PT Pelni, mengeluh karena kesulitan untuk mendapat tiket keberangkatan. Ada di antara para calon penumpang yang harus bolak-balik dan mengantre sampai berjam-jam untuk mendapat tiket keberangkatan.

Silas, salah satu calon penumpang dari Manokwari tujuan Serui, Papua, mengatakan, dirinya kesulitan mendapat tiket keberangkatan, karena menunggu terlalu lama dan tidak ada ketegasan dari petugas di PT Pelni Cabang Manokwari.

“Selama ini kendala yang terjadi di Pelni, kita antre tiket menunggu terlalu lama. Petugas tidak tegas dalam melaksanakan tugas, sehingga pelayanan kurang memuaskan,” tandas Silas kepada Tabura Pos di Kantor PT Pelni Cabang Manokwari, Kamis (14/12).

Diungkapkannya, ada juga keluhan saat penumpang sudah di atas kapal. Terkadang, lanjut Silas, setelah penumpang membeli tiket dan mendapat nomor, ternyata tempat tidurnya sudah dipakai orang lain, karena ulah oknum-oknum.

Terpaksa, sesalnya, banyak penumpang tidur tidak beraturan dan berdampak terhadap kenyamanan. Untuk itu, Silas berharap petugas PT Pelni dan security lebih tegas, sehingga calon penumpang atau penumpang merasa nyaman.

“Saya sudah antre tiket dari kemarin sampai hari ini belum dapat, karena antrean panjang dan petugas yang melayani hanya 1 atau 2 orang saja,” kata Silas.

Dirinya berharap petugas yang melayani para calon penumpang saat mau membeli tiket harus ditambah dan lebih tegas dalam melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya, karena sebagai pelayan masyarakat, harus fokus melayani, sehingga tidak ada keluhan.

Hal senada diutarakan warga lainnya, Abraham. Ia mengaku datang ke Kantor PT Pelni Cabang Manokwari untuk mengantarkan saudaranya yang mau berangkat ke Nabire, tetapi harus mengantre berjam-jam, itu pun belum mendapat tiket untuk keberangkatan.

“Saya temani saudara ambil tiket. Kami sudah datang dari jam 10 malam sampai mau jam 10 pagi lagi, belum dapat tiket. Saya istirahat dan tidur di sini, makan juga di sini,” ungkap Abraham kepada Tabura Pos di Kantor PT Pelni Cabang Manokwari, Kamis (14/12).

Dikatakan Abraham, salah satu penyebab lamanya pelayanan, karena masyarakat yang mau membeli tiket cukup banyak, sedangkan petugas yang melayani masyarakat kurang.

“Kalau petugas hanya 2 orang, akhirnya pelayanan lambat, sementara penumpang banyak. Kalau bisa, petugas banyak dan saya belum puas dengan pelayanan di Pelni,” ungkapnya.

Terkait keluhan warga dan calon penumpang, Kepala PT Pelni Cabang Manokwari, Yusuf menjelaskan, tiket keberangkatan sudah dijual jauh-jauh hari sebelumnya.

Artinya, kata dia, apabila calon penumpang membeli tiket saat hari H, maka dipastikan mereka kesulitan, apalagi jumlah tiket dan kapasitas di kapal pun terbatas.

“Misalnya Ciremai, untuk mengantisipasi banyaknya penumpang, maka kapasitasnya dibatasi,” kata Yusuf yang dikonfirmasi Tabura Pos via ponselnya, Kamis (14/12).

Dijelaskannya, sekarang tiket sudah ada jatah dan ukuran yang jelas, bahkan dari pemerintah juga sudah ada penambahan dari jumlah biasanya.

“Jadi memang susah. Masyarakat jangan beli tiket hari H. Kalau hari H susah, bisa habis. Contoh di bandara, kalau dapat syukur, kalau tidak, syukur. Jadi harus ada perencanaan lebih awal,” harap Yusuf. [AND-R1]

Previous Post

Nahkoda Kapal Mitra Mulia Dijerat Undang-undang Lingkungan Hidup

Next Post

KM Penjuru Bintang ‘Dikembalikan’, HS Divonis 9 Bulan dan Denda Rp. 50 Juta

Next Post
KM Penjuru Bintang ‘Dikembalikan’, HS Divonis 9 Bulan dan Denda Rp. 50 Juta

KM Penjuru Bintang 'Dikembalikan', HS Divonis 9 Bulan dan Denda Rp. 50 Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!