• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Senin, April 20, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home PAPUA BARAT

Warbaal Sarankan Pemetaan Wilayah Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

TaburaPos by TaburaPos
03/04/2024
in PAPUA BARAT
0
Warbaal Sarankan Pemetaan Wilayah Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikulturan dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Agustinus Warbaal. Dok/TP

0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Manokwari, TP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat berupaya menurunkan prevalensi stunting maupun kemiskinan ekstrem di Papua Barat.

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan penurunan angka prevalensi stunting sebesar 5,2 persen dari angka 30,0 persen pada 2022, menurun menjadi 24,8 persen pada 2023.

Menindaklanjuti hal tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Penurunan Stunting Provinsi Papua Barat mengadakan rapat perdana dalam rangka penyusunan program dan strategis pada 2024.

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Agustinus Warbaal menjelaskan, sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang masuk dalam Satgas, menyarankan agar ada pemetaan wilayah yang masuk dalam penanganan stunting atau kemiskinan ekstrem.

Dikatakannya, dengan ada pemetaan wilayah yang masuk dalam penanganan stunting maupun kemiskinan ekstrem, baik dari tingkat kabupaten, distrik, kelurahan hingga keluarga, maka program kerja penurunan angka prevalensi stunting dan kemiskinan ekstrem bisa berjalan tepat sasaran.

“Artinya, dulu 12 kabupaten dan 1 kota sekarang sudah dipersempit menjadi 7 kabupaten, maka dalam penanganannya, persoalan stunting maupun kemiskinan ekstrem lebih mudah dalam menjawab keinginan pusat untuk menurunkan angka prevalensi dan kemiskinan ekstrem di Papua Barat di angka nol pada 2024,” kata Warbaal kepada para wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini.

Ia menambahkan, dengan ada data pemetaan, baik dari tingkat kabupaten, distrik, kelurahan, RT/RW, bahkan sampai ke tingkat keluarga.

Misalnya, kata Warbaal, dari data yang ada di Distrik Manokwari Barat, masuk dalam penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem, maka pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu apa potensi pertanian di Distrik Manokwari Barat.

Setelah dikaji, ungkapnya, maka pihaknya akan melihat apa program pertanian yang tepat di Manokwari Barat untuk membantu menambah gizi dan pendapatan per hari bagi keluarga yang terpapar.

Ia mencontohkan, dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan masuk dengan program penanaman padi biofortifkasi yang kaya gizi bagi para petani di wilayah Manokwari Barat.

“Karena kalau bicara kemiskinan ekstrem terkait pendapatan dan pengeluaran per hari, kalau stunting berbicara terkait kesehatan calon ibu hingga melahirkan bayi. Artinya, bagaimana kita menciptakan adanya gizi, juga memberi penambahan per hari bagi keluarga terpapar,” jelas Warbaal.

Menurutnya, ketika program ini dijalankan sesuai dengan data yang ada dari tingkat kabupaten hingga keluarga terpapar, maka dirinya optimis persoalan ini dapat ditanggani maksimal.

“Tujuan saya dengan adanya pemetaan data yang detail membuat kita tahu pasti, persoalan didomisasi oleh keluarga asli Papua atau keluarga non Papua. Misalnya, kalau banyak dihadapi keluarga asli Papua, maka harus ada intervensi kebijakan politik dari anggota DPR jalur Otonomi Khusus dan MRPB,” kata Warbaal. [FSM-R1]

Previous Post

Besaran Zakat Fitrah Ramadhan 1445 Hijriah Disesuaikan dengan Kenaikan Harga Beras Tahun 2024

Next Post

Lima Kabupaten Disarankan Tambah Anggaran Seleksi DPRK

Next Post
Besaran Zakat Fitrah Ramadhan 1445 Hijriah Disesuaikan dengan Kenaikan Harga Beras Tahun 2024

Lima Kabupaten Disarankan Tambah Anggaran Seleksi DPRK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!