Ransiki, TP – Hampir 5 tahun lamanya warga kesulitan mendapatkan air bersih karena pipanisasi yang putus dan sumur yang kering, kini warga Kampung Sabri sudah bisa kembali mendapatkan air bersih.
Sayangnya air bersih yang diperoleh bukan karena dipasok Pemerintah Daerah atau instansi terkait tetapi air bersih yang diperoleh karena upaya warga memasang pipanisasi darurat dari mata air bersih yang bersumber dari mat air Kali Kali Mangkestu, Gunung Kobibo.
Namun karena pipa karet yang digunakan jumlahnya tidak memadai sehingga pipanisasi air bersih hanya bisa masuk sampai di jalan perkantoran Bupati Mansel, Dusun Kemiri, Kampung Sabri.
Ketua RT Dusun Ngemdi, Yustus Toansiba mengaku, sudah hampir 5 tahun lamanya warga Kampung Sabri dan anak Dusun kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Hal itu disebabkan oleh jaringan pipanisasi air bersih yang dipasang Satker Cipta Karya Kementerian PUPR sejak tahun 2016 putus lantaran pipa yang mereka pasang tidak terkubur dalam tanah sehingga terbakar dan sempat putus akibat pohon tumbang. Akibatnya memasuki tahun 2017 air bersih sudah tidak lagi masuk di Kampung Sabri.

“Kita sudah lapor ke Dinas PUPR tetapi mereka tidak mau kerja, alasannya karena itu kewenangan Satker Cipta Karya, jadi tidak bisa dikerjakan,” kata Toansiba kepada wartawan.
Ia mengungkapkan, sumur warga yang meti dan kekurangan air memaksa warga berinisiatif untuk melakukan pipanisasi kembali dengan menggunakan pipa karet bekas pipa milik Satker. Sambung dia, bapak Kaleb Indou bersama anak komplek menarik pipa dari mata air ke jalan sampah Komplek perkantoran Bupati Mansel untuk alirkan air kepada warga sekitar.
Alhasil sudah 1 bulan masyarakat bisa kembali menikmati air bersih meski secara darurat. Selain itu, Kampung tetangga seperti Wamce dan Dusun Kemiri juga ikut mengambil air bersih disini. Untuk itu, dia meminta perhatian dinas terkait supaya segera melanjutkan pipanisasi ke rumah-rumah warga sehingga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih.
Sementara itu, Tokoh Pemuda Kampung Sabri, Maurits Indou menambahkan, sudah lama sekali warga Kampung Sabri mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih.
Oleh karena itu, dia bersama pemuda Sabri dan bapan Kaleb Indo melakukan pipanisasi darurat untuk mengalirkan air ke Kampung. Hanya saja, karena ketersediaan pipa yang tidak mencukupi sehingga pipanisasi air bersih hanya sampai di Dusun Kemiri.
Untuk itu, dia pun meminta, Dinas PUPR Kabupaten Mansel segera melakukan instalasi pipanisasi dari sumber yang ada ke rumah-rumah warga di Kampung Sabri, kemudian membangun bak penampung air bersih di sekitar mata air, jika dinas terkait tutup mata maka dia bersama warga akan memalang Dinas PUPR. [BOM-R4]




















