Manokwari, TP – Perbaikan persoalan kesejahteran bagi para dosen, tenaga kependidikan dan unsur-unsur lainnya di lingkungan Universitas Papua (Unipa), tentunya akan menjadi langkah awal sebelum menjalankan program kerja 4 tahun kedepan.
Hal ini, diungkapkan Rektor Universitas Papua (Unipa) terpilih periode 2024-2029, Doktor Hugo Warami. Menurutnya, kesejahteraan ini menjadi persoalan urgen yang perlu diselesaikan terlebih dulu.
“Karena dengan sejahtera maka semua layanan pendidikan dapat berjalan dengan maksimal. Orang lapar, tidak dapat bekerja secara maksimal,” kata Warami kepada wartawan di kediamannya, belum lama ini.
Artinya, lanjut Warami, selama ini ada banyak sekali permasalah kesejahtaran di lingkup Unipa yang terabaikan.
Contoh, sebut Warami, keterlambatan hak-hak, para dosen dan tanaga kependidikan, keterlambatan beras, keterlambatan kenaikan pangkat dan lainnya.
Hal ini, kata dia, sangat perlu dibenahi dan ini merupakan persoalan yang sangat pelik serta perlu diuraikan satu persatu hari ini.
“Inilah yang saya sebut ‘belanja masalah’ dalam 100 hari kerja kedepan,” ujar Warami seraya menjelaskan, dari belanja masalah dapat diketahui permasalahannya.
Misalnya, diketahui ada persoalan A, dapat ditanggani dibidang akademik, silahkan anda urus. Lalu, persoalan dibidang kemahasiswaan, masalah keuangan silahkan anda urus dan seterusnya.
“Kalau kita perbaiki persoalan-persoalan ini barulah kita dapat menatap program jangka panjang kedepan. Ini bagian dari program jangka pendek,” klaim Warami.
Disinggung terkait keterlibatan kedua calon rektor dalam kepemimpinannya, terang Warami, tentunya kedua calon rektor adalah bagian dari civitas akademika dan memiliki kewajiban untuk terlibat dalam semua proses yang terjadi.
Sebab, sambung dia, kedua calon rektor ini memiliki keahlian-keahlian tertentu yang dimilikinya yang tidak boleh diabaikan.
“Misalnya kolega saya, Prof Sepus Fatem, akan kehilangan gelar profnya ketidak kita tidak libatkan dalam pengembangan Unipa kedepan,” ujar Warami.
Ditanya terkait dengan rencana penambahan guru besar Orang Asli Papua (OAP) di lingkup Unipa kedepan, kata Warami, hari ini Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Kemendiktirestek) membuka peluang yang luas bagi setiap orang untuk memiliki kesempatan yang sama.
Tetapi, sambung dia, dalam kerangka mengangkat harkat dan martabat OAP di lingkup Unipa, maka fokusnya kedepan akan mendorong semua putra-putri Papua terbaik agar dapat memenuhi kualifikasi.
Sehingga, kedepan Unipa memiliki guru besar OAP sekian, baik di tahun pertama, kedua maupun tahun ketiga dimasa kepemimpinannya. “Ini rumahnya dan ini tempatnya,” tandas Warami. [FSM-R4]




















