
Makassar, TP – Kenikmatan coklat batangan dan coklat bubuk produksi Koperasi Ebier Suth Cokran yang merupakan produk komuditi local Kabupaten Manokwari Seletan (Mansel), Papua Barat, memang tidak bisa dipungkiri.
Bagaimana tidak, rasa coklat Mansel begitu menggoyahkan lidah setiap orang yang mencicipinya. Coklat yang tebal dibaluti rasa harum membuat banyak penikmat coklat memuji rasa dan kenikmatan coklat Ransiki.
Denny Hidayat, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar adalah orang pertama yang mendapat kesempatan mencicipi lezatnya coklat Rensiki.
Hanya dengan gigitan pertama, dia langsung memuji kenikmatan coklat Ransiki yang rasanya begitu khas. Baginya, coklat Ransiki daan coklat bubuk adalah produk lokal dengan cita rasa coklat yang padat, sehingga patut mendapatkan market secara luas, bukan saja di Pasar local tetapi juga Pasar Internasonal.
“Ini coklat yang sangat enak, rasa coklat-nya sangat padat, kalau ada rezeki ke Papua pasti saya beli banyak,” akui Denny Hidayat setelah mencicipi coklar Ransiki, oleh-oleh khas Kabupaten Mansel yang dipekenalkan Ikatan Jurnalis Manokwari Selatan (IJMS) saat studi banding di Kota Makassar, Selasa (1/3).
Bukan Cuma Denny Hidayat, ungkapan kenikmatan terhadap coklat Ransiki juga Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Makassar, Ade Ismar Gobel.

Menurut dia, coklat Ransiki memiliki cita rasa yang tidak kalah nikmatnya dengan coklat berkelas seperti Kit-kat dan Silver quin. Baginya, kenikmatan dan cita rasa coklat Ransiki sangat pantas menembus Pasar Internasional.
Selain di akui, Denny Hidayat dan Ade Ismar Gobel. Kenikmatan coklat Ransiki juga mendapat pujian yang sama dari kalangan penikmat coklat Harin Fajar di Gedung Graha Pena, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Andriansyah Hendartin, Redaktur Olahraga Harian Fajar dan Edward selaku Asisten Redaktur juga menyatakan coklat Ransiki begitu nikmat seteleh mencicipi coklat Ransiki yang dibawakan sebagai oleh-oleh saat bertandang ke Harian Fajar di Gedung Graha Pena melaksanakan studi banding, Sabtu (26/2).
Meski baru pertama kali mencicipi coklat Ransiki, kedua wartawan di Harian Fajar Makassar ini berbangga karena Kabupaten Mansel, Papua Barat, memiliki komuditi local unggulan yang bisa menembus Pasar Nasional bahkan Internasional.
Keduanya sependapat, pujian terhadap coklat batangan dan coklat bubuk Ransiki bukanlah hal yang dilebih-lebihkan tetapi karena kenikmatan yang dihasilkan dari cita rasa coklat Ransiki itu sendiri, karena coklat-nya yang padat memberikan kenikmatan pada lidah. [BOM-R3]




















