Manokwari, TP – Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) melaksanakan monitoring dan evaluasi pengembangan sumber daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan mensosialisasikan penggunaan aplikasi data pelaku ekonomi kreatif bagi pelaku usaha ekonomi kreatif provinsi Papua Barat melalui aplikasi ekraf di Manokwari, Kamis (26/9/2024).
Ekonomi kreatif merupakan sektor ekonomi yang menggabungkan kreativitas, budaya, dan intelektual dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Ekonomi kreatif mencakup berbagai bidang, seperti desain grafis, periklanan, fashion, desain interior, permainan video, animasi, dan kuliner.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat, Yakobus Basongan dalam sambutannya mengatakan, aplikasi data untuk mendorong para pelaku ekonomi mengoptimalkan potensi melalui akses data yang terintegrasi dan mudah diakses.
Mendukung peningkatan ekonomi kreatif tersebut, membutuhkan prinsip-prinsip manajemen mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi. Melalui aplikasi data pula, akan dimudahkan dalam mengindentifikasi data-data subsector ekonomi kreatif.
“Melalui aplikasi data ini juga kita akan lebih mudah mempromosikan potensi daerah, khususnya sub sektor ekonomi kreatif. Dengan apliaksi data pula, kita akan lebih mudah untuk koordinasi dan sinkronisasi program antara sesama OPD baik di tingkat provinsi dan kabupaten bahkan dengan tingkat kementerian lembaga pada subsector ekonomi kreatif,” jelas Basongan.

Untuk itu, Ia berharap aplikasi dapat dimanfaatkan dengan baik, untuk lebih mudah mempromosikan produk para pelaku usaha dengan pangsa pasar yang lebih luas jangkauannya.
Dikatakannya, kekayaan alam di Papua Barat begitu melimpah sehingga dalam pengelolaan perlu mendapat intervensi oleh semua sektor, baik pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten/kota dengan melibatkan seluruh stakeholder di setiap daerah. Melalui potensi tersebut dapat mengangkat icon daerah sekaligus menumbuhkan sektor perekonomian dalam memperkenalkan potensi daerah.
Aplikasi data ini akan memuat 17 kategori subsector usaha kreatif di Papua Barat, diantaranya kriya (kerajinan tangan), kuliner, fashion, seni rupa, seni pertunjukan, fotografi, penerbitan, desain interior, music, desain komunikasi visual, desain produk, periklanan, aplikasi pengembangan, film animasi dan video serta televisi.
Ketua panitia, Martalita Ullo berharap, melalui sosialisasi aplikasi data pelaku usaha ekonomi kreatif ini menjadi wadah pelaku usaha untuk mempromosikan produk dan jasanya serta dapat memudahkan pemerintah Provinsi Papua Barat dalam melakukan pendataan dan pembinaan.
“Maksud kegiatan memudahkan akses informasi masyarakat tentang produk ekonomi kreatif di Papua Barat melalui aplikasi data. Tujuannya, memperkenalkan aplikasi data pelaku ekonomi kreatif di Papua Barat,” pungkasnya. [RYA-R3]




















