Manokwari, TP – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Provinsi Papua Barat meminta Papua Barat sebagai tuan rumah penyelenggaraan Festival Forum Kawasan Timur Indonesia (KTI) X di Tahun 2025.
Kepala DPMK Papua Barat, Legius Wanimbo menjelaskan, Festival Forum KTI merupakan forum yang diinisiasikan oleh Yayasan BakTI. Dimana, Yayasan BakTi sendiri berfokus pada pertukaran pengetahuan tentang program pembangunan di kawasan timur Indonesia.
Permintaan tersebut, kata Wanimbo, disampaikan saat pihaknya mewakili Pemprov Papua Barat pada Festival Forum KTI IX Tahun 2023 yang diselenggarakan di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Saat itu kami sudah meminta kalau boleh di tahun 2025, Papua Barat menjadi tuan rumah dari Forum KTI. Waktu itu, pihak Yayasan BakTI sudah terima hanya saja, ada beberapa syarat-syarat yang harus dikaji lagi syarat-syaratnya,” kata Wanimbo kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, belum lama.
Dikatakan Wanimbo, Festival Forum KTI tentunya akan menghadirkan berbagai mitra kerja dari lembaga/Kementerian, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Tetapi, kata Wanimbo, pihaknya masih menunggu konfirmasi balik, sebab ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh tuan rumah diantaranya terkait infrastruktur daerah, baik akomodasi, infrastruktur di daerah, transportasi dan infrastruktur lainnya.
Sebab, lanjut dia, akan banyak tamu undangan yang diundang untuk mengikuti Festival Forum KTI ini, maka infrastruktur daerah, baik penginapan, makan minum, gedung hingga jasa transportasi harus dikaji dulu.
“Kami berharap, Papua Barat menjadi tuan rumah dari Forum KTI. Kami sudah upayakan, tapi dari pihak Yayasan BakTi akan melihat kesiapan Papua Barat seperti apa, sepenuhnya biaya penyelenggaraan Festival Forum KTI dari Yayasan BakTi,” harap Wanimbo.
Disinggung terkait program yang dilaksanakan dalam Forum KTI, terang Wanimbo, akan ada pertukaran informasi tentang program-program pembangunan diberbagai bidang khusus di kawasan timur Indonesia.
Dengan Festival ini, Wanimbo berharap, kawasan timur Indonesia, khususnya di Papua Barat dapat bangkit dengan adanya berbagai praktek-praktek baik diberbagai sektor, baik disektor pertanian, kelautan, teknologi informasi, maupun disektor pemerintahan.
Menurutnya, dengan penyelenggaraan Festival Forum KTI di Papua Barat, maka dapat memacu pertumbunan infrastruktur di daerah. Sebab, akan datang tamu dari berbagai Kementerian, baik dalam maupun luar negeri.
Misalnya, kata dia, jika ingin menampung sekian ribu orang, maka Papua Barat harus memiliki gedung yang representatif, ditambah dengan jasa transportasi udara, sosial masyarakat, kondisi keamanan di daerah serta lainnya.
“Kalau dilihat Manokwari belum ada gedung pemerintahan maupun gedung swasta yang cukup untuk menampung sekian ribu orang,” ujarnya seraya berharap, pihak ketiga atau investor di daerah dapat menyiapkan gedung-gedung dengan kapasitas yang cukup.
Sehingga, tambah dia, pihaknya dapat menjemput program-program berskala nasional untuk diselenggarakan di daerah, dengan harapan dapat memacu pembangunan di daerah.
“Kegiatan Festival Forum KTI dapat dilaksanakan, hanya saja tergantung kesiapan di daerah. Saat ini pihak Yayasan BakTi lagi mengkaji, jika sudah maka akan disampaikan seperti apa kesiapan daerah,” tandas Wanimbo. [FSM-R5]




















