Manokwari, TP – Inflasi kembali tercatat di Provinsi Papua Barat pada Desember 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat mencatat inflasi pada Desember 2024 atau inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,34 persen. Sedangkan, inflasi tahunan sebesar 2,53 persen.
BPS Papua Barat mencatat, penyumbang utama inflasi Desember 2024 secara m-to-m di Provinsi Papua Barat adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,50 persen.
“Komoditas penyumbang utama inflasi bulanan di Desember 2024 antara lain: ikan cakalang, tomat dan bawang merah,” jelas Kepala BPS Papua Barat, Merry pada rilis di aula kantornya, Kamis, 2 Januari 2025.
Komoditas ikan cakalang, tomat, dan bawang merah (Bamer) menjadi penyumbang utama inflasi pada Desember 2024. Dengan kata lain, ketiga barang tersebut terjadi kenaikan harga pada periode Desember.
Lanjut Merry, inflasi tahunan atau y-on-y (Desember 2024) juga masih disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
“Di Provinsi Papua Barat kelompok tersebut memiliki andil 2,50 persen, dengan komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah ikan cakalang, beras, dan ikan tuna,” pungkasnya.
Berbeda dengan Provinsi Papua Barat, jelas Merry, Provinsi Papua Barat justru terjadi deflasi sebesar 0,11 persen dan inflasi y-on- y sebesar 1,87 persen.
Penyumbang utama deflasi Desember 2024 secara m-to-m di Provinsi Papua Barat Daya adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,14 persen.
“Sementara, komoditas penyumbang utama deflasi antara lain bawang merah, tomat, dan ikan kuwe/ bubara,” jelasnya.
Sedangkan, tambah Merry, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memiliki andil 1,37 persen dengan komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah ikan tuna, beras, dan sigaret kretek mesin.
Menanggapi itu, Pj Sekda Papua Barat, Jacob Fonataba yang hadir pada rilis tersebut menyampaikan inflasi tidak terlepas dari indeks harga konsumen (IHK).
Dikatakannya, melihat fluktuasi angka sampai terjadi inflasi dan deflasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat dan kabupaten menyimak secara baik dan segera melakukan langkah-langkah operasi yang strategis dengan ketersediaan anggaran untuk pengendalian inflasi yang terjadi.
“Terutama bagi komoditi penyumbang inflasi agar pengendaliannya berjalan secara baik,” pungkasnya. [SDR-R4-]




















