Ransiki, TP – Bupati dan Wakil Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan, S.IP dan Mesakh Inyomusi, SE, M.Si, menghadiri pemberkatan dan peresmian Gereja Katolik Stasi Santo Carlo Acutis Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Sabtu (3/5) pagi.
Turut hadir dalam Peresmian Gereja Katolik Stasi Santo Carlo Acutis Ransiki, Mantan Bupati Mansel 2 Periode, Markus Waran, ST, M.Si, Kapolres Manokwari, AKBP Marzel Doni, Dandim 1808 Mansel, Letkol Arm. Adin Suroyo, Kakanwil Kemenag Kabupaten Mansel, Naomi Baransano, S.Th, M.Pd, Komisioner KPU Kabupaten Mansel, Pejabat BUMN, para tokoh masyarakat serta Umat Katolik se-Kabupaten Mansel.
Peresmian Gereja Katolik Stasi Santo Carlo Acutis Ransiki, ditandai dengan pemotongan pita oleh Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, dilanjutkan dengan pembukaan pintu oleh Bupati Mansel, Bernard Mandacan, disaksikan Pastor, para Imam dan Biarawati serta tamu undangan, dilanjutkan dengan Ibadah Misa.
Bupati Mansel, Bernard Mandacan mengatakan, berdirinya Gereja Katolik Stasi Santo Carlo Acutis memiliki makna yang sangat dalam. Gereja bukan hanya menjadi sarana beribadah, melainkan juga pusat pembinaan iman, pelayanan sosial serta pusat penguatan komunitas di tengah masyarakat.
Pemberkatan dan peresmian gereja ini sejalan dengan visi besar pembangunan Kabupaten Mansel, yaitu terwujudnya Manokwari Selatan yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkeadilan. Dalam visi tersebut, penguatan iman dan ketahanan sosial sebagai fondasi penting dalam membangun manusia Manokwari Selatan yang berkarakter, beretika dan berintegritas.
Ia mengungkapkan, pembangunan infrastruktur, ekonomi dan pendidikan harus berjalan seiring dengan pembangunan spiritual dan moralitas masyarakat.
Gereja sebagai rumah doa dan rumah pembinaan umat, memiliki peran strategis dalam mendukung misi pembangunan tersebut, yakni untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman, berakhlak mulia, serta berdaya saing, mendorong partisipasi masyarakat dalam memperkuat harmoni sosial dan kerukunan antar umat beragama, serta mewujudkan pemerintahan yang bersih, melayani dan berbasis pada nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kasih.
Oleh karena itu, Bupati Bernard berharap, dengan berdirinya Gereja Stasi Santo Carlo Acutis ini, Umat Katolik di Ransiki semakin bersemangat dalam mempererat persaudaraan, meningkatkan pelayanan sosial kepada sesama tanpa memandang suku, agama atau golongan, serta menjadi mitra aktif pemerintah dalam membangun daerah yang tercinta ini.
Bupati Bernard menambahkan, peresmian gedung geeja ini juga menjadi momentum refleksi bagi masyarakat Manokwari Selatan, bahwa tugas membangun tidak berhenti pada mendirikan bangunan fisik saja.
“Pekerjaan kita ke depan adalah membangun ‘Gereja Hidup’ artinya membangun komunitas umat yang penuh cinta kasih, penuh kepedulian, yang siap bergandengan tangan membangun Manokwari Selatan yang lebih baik,” pintanya.
Dengan demikian, dia pun mengajak seluruh Umat Katolik bersama semua komponen masyarakat Manokwari Selatan, untuk terus menjaga persatuan, memperkokoh toleransi serta berkontribusi aktif dalam pembangunan, demi masa depan generasi aat ini.
Semoga teladan hidup Santo Carlo Acutis, seorang remaja Katolik modern yang menginspirasi dunia dengan kesederhanaan, ketekunan dan cinta kasihnya terhadap sesama, menjadi inspirasi bagi seluruh umat, khususnya generasi muda Manokwari Selatan, untuk hidup kreatif, produktif dan setia pada nilai-nilai iman di tengah kemajuan zaman.
Mengakhiri sambutannya, atas nama Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, Bernard Mandacan menyampaikan selamat atas pemberkatan dan peresmian Gereja Stasi Santo Carlo Acutis Ransiki. Besar harapan, gereja ini menjadi tempat berkat, pertumbuhan dan penguatan iman bagi seluruh umat Katolik dan masyarakat di sekitarnya.
Sementara itu, Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega menyampaikan, ungkapan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Mansel dan semua donatur termasuk Umat Katolik yang sudah berkontribusi dalam pembangunan Gereja Stasi Santo Carlo Acutis Ransiki, hingga bisa diresmikan saat ini.
“Kepulian bapak-bapak membesarkan hati pimpinan gereja untuk ikut berperan dalam membangun Kabupaten ini dan ikut berkontribusi lewat pikiran dan tenaga untuk bersama-sama memajukan kabupaten ini.” ucap Datus Lega.
Usai mengikuti Ibadah Misa, acara peresmian Gereja Stasi Santo Carlo Acutis Ransiki dilanjutkan dengan penandatanganan baru prasasti oleh Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan , M.Si, dan Bupati Mansel, Bernard Mandacan, S.IP, serta Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega. [BOM-R4]




















