Manokwari, TP – Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terhadap seluruh masyarakat dengan tujuan mendeteksi dini potensi penyakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Khusus di Provinsi Papua Barat, berdasarkan data persentase pemanfaatan program masih sangat rendah, sekitar 1 persen dari total jumlah penduduk.
Plt. Kasie Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat, Andry Parinussa, SKM, M.Kes mengatakan, sejak program di-launching pada Februari 2025, sudah dilaksanakan di Papua Barat dan hingga Juni 2025 ini, pemanfaatan program CKG sudah merata di seluruh kabupaten.
Ia menjelaskan, sasaran pemeriksaan atau layanan CKG untuk seluruh warga, tetapi berdasarkan data, tercatat sekitar 3.000 orang yang melakukan pemeriksaan kesehatan atau 1 persen dari total jumlah penduduk.
Diutarakannya, program CKG merupakan realisasi komitmen Presiden dalam menyediakan layanan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat, mulai bayi hingga lansia.
Ia merincikan, untuk layanan CKG bervariasi berdasarkan usia, dimana untuk bayi baru lahir meliputi 6 jenis pemeriksaan, kemudian anak usia prasekolah meliputi 8 jenis pemeriksaan, dan usia dewasa hingga lansia meliputi 20 jenis pemeriksaan.
“Pemeriksaan bisa dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, terutama puskesmas dan klinik yang telah bekerja sama. Namun untuk meningkatkan cakupan, petugas bisa mendatangi masyarakat yang ingin dilakukan pemeriksaan,” kata Parinussa kepada Tabura Pos di Taman Ria, Manokwari, Selasa (10/6).
Dijelaskannya, salah satu kendala yang dialami dalam pelaksanaan program yakni kesiapan barang habis pakai, seperti stik pemeriksaan, dimana beberapa puskesmas tidak cukup tersedia, sehingga masyarakat yang datang melakukan pemeriksaan tidak lengkap, padahal diharapkan seharusnya lengkap.
Dirinya berharap program CKG bisa membantu masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya, mendeteksi dini potensi penyakit, dan mengambil langkah pencegahan atau pengobatan yang tepat.
“Program ini hanya satu kali satu tahun. Kita harap masyarakat bisa memanfaatkan program ini agar dapat mendeteksi penyakit. Untuk mendapat layanan, masyarakat harus mengakses nomor WhatsApp 0813 4435 2324,” katanya. [AND-R1]




















