• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home MANOKWARI

Dinas PPKP Manokwari Jajaki Pelaksanaan Sekolah Peternakan Rakyat

AdminTabura by AdminTabura
08/08/2025
in MANOKWARI
0
Dinas PPKP Manokwari Jajaki Pelaksanaan Sekolah Peternakan Rakyat

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Petanian Kabupaten Manokwari, Nixon Karubaba. TP/Dok

0
SHARES
33
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Manokwari, TP – Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (PPKP) Kabupaten Manokwari melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, menjajaki pelaksanaan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas PPKP Kabupaten Manokwari, Nixon Karubaba menerangkan, Sekolah Peternakan Rakyat berbeda dengan sekolah rakyat dan kosepnya bukan seperti sekolah pada umummya.

“Sekolah Peternakan Rakyat ini digagas oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat. Ini sekolah khusus untuk peternak,” kata Nixon kepada Tabura Pos di kantornya, Kamis (7/8/2025).

Di Papua Barat terdapat tiga kabupaten menjadi contoh pelaksanaan SPR, yaitu Kabupaten Manokwari, Pegunungan Arfak (Pegaf), dan Manokwari Selatan (Mansel).

Setiap kabupaten mendapatkan project komoditas SPR berbeda. Di Kabupaten Manokwari mendapatkan komoditas pengembangan ternak unggas, di Manokwari Selatan pengembangan sapi, dan di Pegaf mendapat komoditas tanaman holtikultura.

Ia mengungkapkan, konsep SPR adalah program pembelajaran partisipatif bagi komunitas peternak rakyat individual konvensional, untuk berubah menjadi komunitas pengusaha ternak kolektif berjamaah professional, dalam rangka wujudkan kedaulatan pangan.

Menurutnya, SPR ini penting karena bisa menjadi solusi atas permasalahan maupun kendala yang dihadapi peternak unggas di Manokwari.

Dijelaskannya, melalui PSR ini bagaimana bisa merubah image, membangun mental karekater, harus kompak, bersatu dan semangat. Hal-hal tersebut yang selama ini tidak dimiliki karena sejauh ini peternak dalam tanpa kutib masih enak karena mendapatkan bantuan dari pemerintah entah itu melalui dana Hibah, Otsus, dan lainnya.

“Kita lihat di Manokwari peternak kalau sendiri-sendiri itu agak susah. Melalui PSR ini kita kumpulkan peternak menjadi satu sehingga menjadi besar. Misalnya peternak yang tadinya masih piara 100 ekor setelah dikumpul bisa menjadi 1.000 dan mendapat keuntungan,” jelasnya.

Lanjut Nixon menerangkan, pihaknya masih mempelajari lebih dalam tentang sistem SPR tersebut. Sebab, SPR ini musti belajar di dalam ruangan.

“Mungkin bisa belajar langsung di tengah-tengah masyarakat. Mungkin juga bisa belajar langsung di kandang ayam. Ini yang kita masih mempelajari. Kalau pun kalau di ruangan tidak membutuhkan ruangan yang besar,” bebernya.

Ia menambahkan, pelaksanaan SPR di Manokwari sudah disosialisasikan kepada para peternak dan diikuti dengan antusias.

Nixon mengatakan, SPR di Manokwari ditargetkan ke peternak murni lokal bukan penguasaha ternak. Sebab, peternak murni adalah pemilik modal sekaligus yang mengurusnya.

“Kalau pengusaha ternak itu orang yang memiliki modal dan bukan dia yang kerjakan. Sedangkan, SPR ini untuk membangun sistem, mental, karekater, pandangan, sehingga kita sasarannya ke peternak murni,” tukasnya.

Di Manokwari, kata Nixon, pihaknya membagi dua kelompok SPR, yaitu kelompok peternak ayam potong dan ayam petelur.

Disamping itu, sudah terdapat 9 peternak murni yang dimasukan dalam format untuk diikutsertakan dalam PSR tersebut.

“Para peternak sudah ikut sosialisasi, sehingga Manokwari siap action ikut pendidikan. Kita menunggu karena ini digagas oleh provinsi. Saya berharap kalau tidak ada halangan SPR ini tahun depan sudah bisa mulai,” tukasnya. [SDR-R4]

Previous Post

FGD bersama Genting Oil, Mandacan tekankan Peluang Kerja Bagi Anak-anak asli Papua

Next Post

Anggota DPRK Manokwari Rony Mansim Dorong Pemda Dirikan Pabrik Mini Pengolahan Kelapa Sawit

Next Post
Anggota DPRK Manokwari Rony Mansim Dorong Pemda Dirikan Pabrik Mini Pengolahan Kelapa Sawit

Anggota DPRK Manokwari Rony Mansim Dorong Pemda Dirikan Pabrik Mini Pengolahan Kelapa Sawit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!