Manokwari, TP – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Manokwari, Wiwik Hariawan berkomitmen untuk membangkitkan minat baca masyarakat.
Bukan hanya mengandalkan program kerja, dirinya memilih blusukan ke pelosok sembari membawa pisang goreng dan pinang untuk dibagikan kepada anak-anak dan warga.
Menurutnya, budaya membaca sangat penting untuk menambah ilmu pengetahuan, terutama di tengah gempuran era digitalisasi yang mulai menggerus minat baca, khususnya pada anak-anak.
Untuk menumbuhkan minat baca terhadap anak-anak, tidak bisa hanya dengan menyediakan buku, tetapi harus datang langsung, menyentuh hati masyarakat, dan membangun kesadaran dari yang paling dasar.
“Saya sering kali terjun langsung ke lapangan sampai ke pelosok desa. Saya tidak lupa bawakan mereka pisang goreng dan pinang. Itu salah satu cara saya mendekatkan diri dengan masyarakat,” kata Hariawan kepada Tabura Pos di Wosi, Manokwari, Minggu (7/9/2025).
Selain blusukan, diperlukan langkah konkrit dengan beragam inovasi. Direncanakan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Manokwari akan melakukan berbagai kegiatan menarik untuk membangun minat baca anak, seperti lomba resensi buku dan lomba bertutur.
Ditegaskan Hariawan, inovasi adalah kunci utama, jika perpustakaan atau taman baca tidak berinovasi, maka pengunjung akan malas datang.
“Buku saja tidak cukup. Kita harus menciptakan kegiatan yang membuat masyarakat, terutama anak-anak, merasa bahwa perpustakaan adalah tempat yang menyenangkan,” katanya.
Hariawan mengapresiasi berbagai inovasi yang sudah dilakukan pengelola perpustakaan kampung dan komunitas baca. Sebagai bentuk apresiasi dan pemacu semangat, ungkap dia, maka Dinas akan memberikan reward terhadap para pengunjung yang aktif.
“Saat kami berkunjung, kami akan berikan reward, seperti tas untuk merangsang dan memotivasi mereka,” kata Hariawan. [AND-R1]




















