• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home News

Tolak Penertiban Tambang Emas dan Kehadiran Yan Mandenas, Warga Blokade Jembatan Wariori

AdminTabura by AdminTabura
24/09/2025
in News
0
Tolak Penertiban Tambang Emas dan Kehadiran Yan Mandenas, Warga Blokade Jembatan Wariori

Pro-Kontra Soal Tambang Emas di Wasirawi, Warmomi, dan Wariori, Warga Blokade Jembatan Wariori, Distrik Masni, Selasa (23/9). Foto: TP/Ist

0
SHARES
97
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp


Manokwari, TP – Upaya penertiban aktifitas pertambangan emas Ilegal di Wasirawi, Warmomi, dan Wariori di Distrik Masni ,Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menuai protes dari masyarakat dengan cara memblokade Jembatan Wariori, Distrik Masni, sejak Pukul 08.00 WIT, Selasa (23/9).

Aksi pemalangan menggunakan Bambu dan pembentangan dua spanduk itu sekaligus bentuk penolakan terhadap kehadiran Anggota DPR RI Yan Permenas Mandenas di Manokwari, Papua Barat.

Sesuai pantuan media ini, ada tiga poin isi spanduk yang dipampang warga. Pertama, tolak penyisiran tambang di wilayah adat kami. Kedua, tolak pembangunan pos penjagaan di wilayah adat kami. Ketiga, kami minta surat izin tambang rakyat.

Akibat pemalangan Jembatan Wariori tersebut, arus lalu lintas di jalan trans nasional yang menghubungkan Manokwari dan Sorong, dan menghubungkan Manokwari dan Distrik Sidey itu sempat mengalami kemacetan.

Arus kendaraan kembali normal setelah Kapolda Papua Barat Irjen Pol Johnny E. Isir turun langsung ke lokasi aksi sekitar Pukul 12.00 WIT, untuk membuka palang jalan. Usai membuka akses jalan, Kapolda melanjutkan perjalanan menuju lokasi tambang di Sungai Wasirawi untuk melakukan penindakan.

Menurut warga, rekomendasi Komisi III DPR RI untuk menertibkan aktivitas tambang emas di Wasirawi mengancam mata pencaharian masyarakat adat dan mengabaikan hak ulayat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam aksi tersebut, massa juga menyuarakan ketidakpuasan terhadap pendekatan aparat dan pemerintah dalam menangani isu tambang. Mereka meminta keadilan serta kebijakan yang mengutamakan kesejahteraan warga adat, bukan penindakan sepihak.

“Kami bukan pencuri di tanah sendiri. Tambang itu sudah bantu ekonomi kami. Jangan datang rampas harapan kami,” ujar Decky Isba, koordinator aksi.

Decky juga menuntut agar pemerintah segera menerbitkan izin pertambangan rakyat (IPR) agar aktivitas tambang emas di Wasirawi dapat dikelola secara legal dan berpihak kepada masyarakat adat.

LMA Masni : Aksi Pemalangan Jembatan Buntut Kekecewaan Warga Atas RDP Komisi III DPR RI

Ketua Lembaga Masyarakat Adat LMA Distrik Masni, Solemen Mansani mengungkapkan aksi blokade yang dilakukan warga di jembatan Wariori merupakan buntut kekecewaan atas RDP Komisi III DPR RI terkait penutupan dan penertiban tambang emas ilegal di wilayah Wasirawi, Wariori dan Warmomi.


” Masyarakat kecewa karena selama ini sudah suarakan agar pemerintah terbitkan izin pertambangan rakyat, tapi sampai sekarang tidak direspon. Nanti pemerintah mulai salahkan masyarakat,”ucap Solemen.


Solemen menuturkan, tahun 2022 lalu, Pemda Manokwari sempat membentuk tim terpadu percepatan pengurusan izin pertambangan rakyat melibatkan masyarakat adat, akan tetapi sampai saat ini tim tersebut tidak berjalan.

Menurut Solemen, aktivitas pertambangan berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat adat . “Dengan adanya tambang ini, masyarakat dapat hasil, bisa bangun rumah, urus anak – anak sekolah dan peningkatan ekonomi masyarakat adat. Jadi, mereka kecewa dengan kebijakan pemerintah untuk mau tutup, ,” pungkasnya.


Ia berharap, melalui aksi pemalangan tersebut bisa menggugah hati pemerintah untuk mempercepat izin pertambangan rakyat agar tidak berdampak terhadap penyisiran dan penangkapan masyarakat adat. [SDR-R2]

Previous Post

Bupati Bernard Tegaskan Tidak Ada Tambahan Anggaran Dalam Penyusunan APBD Induk 2026

Next Post

Dukung Perayaan 1 Abad Peradaban Orang Papua, Dishub Papua Barat Siapkan Hotel Apung

Next Post
Dukung Perayaan 1 Abad Peradaban Orang Papua, Dishub Papua Barat Siapkan Hotel Apung

Dukung Perayaan 1 Abad Peradaban Orang Papua, Dishub Papua Barat Siapkan Hotel Apung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!