• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 8, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home LINTAS PAPUA PAPUA BARAT DAYA

21 Kasus Kekerasan Anak Terjadi Sepanjang Januari -Agustus 2025

AdminTabura by AdminTabura
11/12/2025
in PAPUA BARAT DAYA, POLHUKRIM
0
21 Kasus Kekerasan Anak Terjadi Sepanjang Januari -Agustus 2025

Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak pada Dinas P2KBP3A Kabupaten Sorong, Frida Flora Gifelem, S.Sos., M.AP.

0
SHARES
50
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Aimas, TP – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Sorong mencacat 21 kasus kekerasan terhadap anak terjadi sepanjang Januari sampai Agustus 2025.

Bertolak dari fakta tersebut,  Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Dinas P2KBP3A  akan lebih memberikan perhatian serius dan berkomitmen memperkuat upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak di wilayah Sorong, Papua Barat Daya.

Salah satu langkah yang tengah dilaksanakan Dinas P2KBP3A Kabupaten Sorong adalah, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)  lembaga penyedia layanan perlindungan dan penanganan AMPK tingkat kabupaten/kota. Kegiatan ini berfokus pada pelatihan sistem pencatatan dan pelaporan kasus kekerasan terhadap Perempuan , kekerasan terhadap Anak ), serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui aplikasi Simfoni PPA Tahun 2025.

Pelatihan ini menjadi penting mengingat tahun sebelumnya pencatatan dan pelaporan kasus masih menggunakan sistem lama. Kini, pemerintah pusat melalui Kementerian PPA memperkenalkan sistem baru yang dinilai lebih terintegrasi, cepat, dan akurat sehingga memudahkan penanganan kasus dari tingkat daerah hingga pusat.

“Pelatihan diberikan langsung oleh tim dari Kementerian PPA, sehingga petugas UPTD maupun staf yang ada di Dinas P2KBP3A dapat memahami cara penginputan data kasus ketika ada korban yang melapor,” jelas Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas P2KBP3A Kabupaten Sorong, Frida Flora Gifelem, S.Sos., M.AP.

Menurut Frida, kemampuan SDM dalam memahami alur sistem pencatatan sangat penting untuk memastikan setiap kasus tercatat dengan baik dan dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Selain pelatihan teknis, peserta juga dibekali pemahaman mengenai alur pelaporan kasus hingga prosesnya bisa bermuara ke pengadilan. Materi ini disampaikan oleh narasumber dari Kementerian PPA serta fasilitator daerah dari Provinsi Papua Barat Daya, sehingga peserta memperoleh gambaran lengkap terkait mekanisme penanganan kasus.9

Frida berharap kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia mengimbau warga Kabupaten Sorong yang melihat, mendengar, atau menyaksikan adanya kekerasan terhadap perempuan maupun anak di lingkungan sekitar agar segera melapor. “Masyarakat bisa langsung melapor ke UPTD Kabupaten Sorong yang ada di Aimas,” ujarnya.

Dengan semakin terlatihnya SDM layanan perlindungan, pemerintah berharap penanganan setiap kasus dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan berpihak pada korban. Selain itu, sistem pelaporan yang lebih modern diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan perlindungan yang lebih efektif.

Kegiatan peningkatan kapasitas ini berlangsung selama dua hari di Hotel ACC, Aimas, pada Kamis dan Jumat, 11–12 Desember 2025, dan diikuti oleh peserta dari berbagai lembaga penyedia layanan di Kabupaten Sorong. [MPS-R2]

Tags: # Kekerasan Terhadap AnakAimasBerita SorongDinas P2KBP3A Kabupaten SorongFirda Flora GifelemKekerasan Terhadap PerempuanKementerian PPATPPO
Previous Post

SD Negeri 35 Sanggeng Gelar Panggung Literasi dan Kesenian

Next Post

Pemprov PB dan Duta Besar Tiongkok Bahas Kerjasama di Sejumlah Bidang dan Potensi Investasi

Next Post
Pemprov PB dan Duta Besar Tiongkok Bahas Kerjasama di Sejumlah Bidang dan Potensi Investasi

Pemprov PB dan Duta Besar Tiongkok Bahas Kerjasama di Sejumlah Bidang dan Potensi Investasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!