Manokwari, TP – Kantor SAR (Basarnas) Manokwari mendukung peringatan HUT Pekabaran Injil (PI) ke-171 pada 2026 dengan menyiagakan personil, peralatan, serta pengaturan posisi alutsista untuk menjamin keselamatan masyarakat selama rangkaian kegiatan.
Kepala Kantor SAR Manokwari, Yefri Sabaruddin mengatakan, perayaan HUT PI adalah agenda yang melibatkan mobilisasi masyarakat dalam jumlah besar, khususnya melalui jalur laut menuju Pulau Mansinam.
“Perayaan ini menjadi agenda rutin di Provinsi Papua Barat, tepatnya di Kabupaten Manokwari, sehingga untuk memberi rasa aman kepada masyarakat, Basarnas Manokwari ikut andil agar kegiatan berjalan dengan sukses,” kata Sabaruddin kepada para wartawan di kantornya, Jumat (30/1/2026).
Ia mengutarakan, sejak awal, Basarnas sudah melakukan berbagai persiapan, baik dari sisi kesiapan peralatan maupun personil SAR agar pelayanan kedaruratan bisa dilakukan secara maksimal, mengingat ada aktivitas penyeberangan transportasi laut yang memiliki potensi resiko cukup tinggi.
“Basarnas akan memulai pemantauan rangkaian kegiatan sejak 2 Februari 2026 meski nantinya puncak perayaan tanggal 5 Februari 2026. Selama periode itu, kami lakukan persiapan dan pemantauan seluruh aktivitas. Apabila sewaktu-waktu dibutuhkan bantuan SAR, personil sudah dipastikan siap diterjunkan ke lokasi,” klaim Sabaruddin.
Selain di laut, kata Sabaruddin, Basarnas juga menempatkan personil dalam skala kecil di darat, termasuk personil dengan kualifikasi Medical First Responder (MFR) untuk mendukung pelaksanaan festival yang akan digelar panitia di RTP Borarsi.
“Untuk mengurangi potensi kepadatan dan mempercepat respons kedaruratan, Basarnas menyiagakan personil di sejumlah titik strategis, meski tidak dalam jumlah besar dan untuk memberi pertolongan pertama apabila terjadi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis,” jelas Kepala Kantor SAR.
Ia menambahkan, pada puncak perayaan, Basarnas menyiagakan sejumlah peralatan SAR, diantaranya perahu karet (LCR), Rigid Inflatable Boat (RIB) yang ditempatkan di kawasan Cokran serta Kapal Negara KM SAR Kumbakarna 224 yang siap di Dermaga Cokran dan tidak menutup kemungkinan semua aluts bergerak mobile.
“Pengalaman pengamanan perayaan tahun sebelumnya, jumlah pengunjung sangat besar dan pemantauan dilakukan hingga malam hari dengan posisi kapal lebih mendekat ke pusat perayaan di sekitar Pulau Mansinam untuk meminimalkan resiko dan memastikan seluruh alutsista selalu dalam kondisi siap mendukung pelaksanaan perayaan,” jelas Sabaruddin.
Dirinya mengimbau penyelenggara dan operator transportasi agar selalu memperhatikan aspek keselamatan, termasuk memastikan kapasitas penumpang sesuai ketentuan.
Selain itu, Sabaruddin berharap operator transportasi mempunyai kesadaran penuh dalam mengantar pengunjung demi menjamin keselamatan bersama.
“Meski jarak menuju Pulau Mansinam dekat dan mudah dijangkau, potensi kecelakaan maupun kondisi kedaruratan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu kewaspadaan dan kehati-hatian harus senantiasa dijaga,” kata Sabaruddin. [SDR-R1]




















