• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, Mei 26, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home PAPUA BARAT

Gubernur Mandacan: Pembangunan Papua Barat Harus Masuk Fase Peradaban Kedua

AdminTabura by AdminTabura
10/02/2026
in PAPUA BARAT
0
Gubernur Mandacan: Pembangunan Papua Barat Harus Masuk Fase Peradaban Kedua

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan saat menghadiri Seminar dan Dialog Pembangunan dalam rangka mensyukuri 171 Tahun Pekabaran Injil di Tanah Papua. Foto: TP/ST

0
SHARES
58
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Launching Buku, Seminar dan Dialog Pembangunan

Manokwari, TP – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan, pembangunan daerah ke depan harus memasuki fase peradaban kedua yang berlandaskan nilai iman, kolaborasi sosial, serta penghormatan terhadap masyarakat adat.

Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Dialog Pembangunan dan Seminar dalam rangka mensyukuri 171 Tahun Pekabaran Injil di Tanah Papua. Kegiatan yang juga membahas peradaban kedua sesuai nubuat Domine I.S. Kijne tersebut melibatkan unsur gereja, pemerintah, dan masyarakat adat.

Menurut Dominggus, peringatan 171 tahun Pekabaran Injil yang dimulai sejak kedatangan Ottow dan Geissler di Pulau Mansinam pada 5 Februari 1855 merupakan momentum titik awal transformasi peradaban orang Papua.

“Fondasi spiritual yang ditanamkan sejak awal telah membentuk karakter dan jati diri orang Papua hingga hari ini. Nilai iman harus tetap menjadi dasar dalam pembangunan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan nubuat Domine I.S. Kijne pada 1925 di Wasior tentang kebangkitan orang Papua untuk memimpin diri sendiri. Pesan tentang kejujuran, kesetiaan, dan ketaatan pada nilai-nilai moral harus menjadi kompas dalam pembangunan daerah.

Pembangunan Tak Hanya Fisik, Tapi Juga Pembangunan Manusia

Gubernur menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen mewujudkan visi Astadiri (aman, sejahtera, bermartabat dan mandiri) melalui pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan karakter dan nilai kemanusiaan.

“Pembangunan bukan semata fisik, tetapi juga pembangunan manusia yang berakar pada nilai iman dan kearifan lokal,” katanya.

Menurutnya, dialog yang mempertemukan tiga pilar utama – gereja, pemerintah, dan masyarakat adat – memiliki makna strategis, terutama dalam mendukung implementasi Otonomi Khusus Papua Jilid II. Sinergi ketiga unsur tersebut penting untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan bersifat adil, humanis, berkelanjutan, serta menghormati hak-hak masyarakat adat.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan peluncuran buku Alkitab dan Konservasi Alam karya Prof. Dr. Sepus M. Fatem dan Pdt. Dr. Anthon Rumbewas. Dominggus menyebut karya tersebut relevan dengan kondisi Papua Barat yang memiliki kekayaan hutan hujan tropis dan keanekaragaman hayati tinggi.

“Menjaga alam bukan hanya tanggung jawab ekologis, tetapi juga panggilan iman. Pembangunan harus seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Gubernur mengapresiasi panitia peringatan HUT Pekabaran Injil ke-171 dan DPW FGM GKI Papua Barat atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap dialog menghasilkan rekomendasi konkret sebagai peta jalan pembangunan Papua Barat yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. [K&K-R2*]

Previous Post

Viral, Kepala Dispora PB Jawab Keluhan Soal Bonus Atllet PON Disabilitas

Next Post

Dari Ladang Jagung, Polri Menjawab Instruksi Presiden: Fakfak Barat Panen untuk Ketahanan Pangan

Next Post
Dari Ladang Jagung, Polri Menjawab Instruksi Presiden: Fakfak Barat Panen untuk Ketahanan Pangan

Dari Ladang Jagung, Polri Menjawab Instruksi Presiden: Fakfak Barat Panen untuk Ketahanan Pangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!