Manokwari, TP – Sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa di Papua Barat menolak Polri di bawah kementerian dan mendukung Polri di bawah Presiden. Ini disampaikan dalam aksi damai di traffic light Haji Bauw, Manokwari, Rabu (11/2/2026) pagi.
Perwakilan aksi, Jalil Lambara mengatakan, aspirasi ini bentuk dukungan terhadap Polri sebagai lembaga sipil negara di bawah Presiden.
“Gerakan ini murni lahir dari kesadaran masyarakat dan mahasiswa Papua Barat tanpa ada upah atau kepentingan pihak manapun. Gerakan ini lahir karena kecintaan terhadap Polri sebagai lembaga sipil negara,” kata Lambara.
Ia mengatakan, Polri adalah bagian dari masyarakat sipil sebagaimana masyarakat umumnya, hanya berbeda pada seragam dan tugas yang diemban.
Aksi ini diterima Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor. Dikatakannya, poin pertama dari aspirasi ini adalah dukungan terhadap Polri.
“Atas nama lembaga DPR Papua Barat dan seluruh fraksi, kami mendukung Polri tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia,” kata Wonggor.
Dirinya mengaku akan menindaklanjuti aspirasi ini ke Presiden dalam waktu 3×24 jam atau paling lambat 2-3 hari ke depan melalui mekanisme di DPR Papua Barat.
“Aspirasi ini akan kami teruskan secara resmi ke bapak Presiden dan prosesnya akan kami kawal sesuai mekanisme kelembagaan,” jelas Wonggor.
Dirinya mengapresiasi sikap tertib para peserta aksi dan mengimbau seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban di Papua Barat. “Mari bersama-sama kita jaga stabilitas keamanan dan ketertiban daerah,” pungkas Ketua DPR. [SDR-R1]




















