Manokwari, TP – Terdapat delapan (8) motor pengangkut sampah yang sedianya melayani masyarakat di Kelurahan Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari. Namun, dari 8 motor pengangkut sampah, ada 2 motor pengangkut sampah dalam kondisi rusak.
Kepala Kelurahan Manokwari Timur, Muhammad Adi Setyawan, S.STP mengatakan, meski terdapat 2 motor pengangkut sampah yang mengalami kerusakan, tetapi secara keseluruhan, proses pengangkutan sampah tetap terlayani dengan baik.
“Sejauh ini untuk dua unit motor sampah yang rusak harus dibawa ke bengkel Viar, karena motor ini merek Viar. Sedangkan saat ini sudah tidak ada bengkel Viar yang beroperasi di Manokwari, karena kemungkinan sudah tutup,” ungkap Setyawan yang ditemui Tabura Pos di ruang kerjanya, kemarin.
Diungkapkannya, untuk perbaikan kerusakan di dealer Kawasaki memang bisa, tetapi untuk pergantian sparepart yang mengalami kerusakan, biayanya sangat mahal.
“Ini yang menjadi kendala kita, karena memang untuk saat ini anggaran perbaikan spare part-nya, kita tidak cukup untuk membiayai,” jelas Kepala Kelurahan.
Ia menjelaskan, pengoperasian motor pengangkut sampah di wilayah Kelurahan Manokwari Timur, tidak dilakukan setiap hari, tetapi pengoperasiannya dibagi dalam 1 minggu, terkadang 2-3 hari pelayanan ke rumah warga.
“Memang anggaran kita untuk membiayai petugas motor sampah di Kelurahan Manokwari Timur melalui PAD Kabupaten Manokwari untuk sekarang ini, sedangkan DPA-nya juga belum dibagikan sampai saat ini,” jelas Setyawan.
Dirinya pun berharap dinas terkait, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manokwari bisa terus meningkatkan PAD melalui retribusi sampah agar PAD meningkat.
“Setidaknya membantu pembiayaan pembayaran gaji petugas motor sampah dengan baik, karena gajinya juga berharap dari PAD Kabupaten Manokwari,” ungkapnya.
Diutarakan Kepala Kelurahan, sejauh ini di Kelurahan Manokwari Timur, pembayaran gaji petugas motor pengangkut sampah dibayarkan per-tiga bulan, sedangkan petugasnya berharap kalau bisa dibayarkan setiap bulan, karena mereka mendapatkan gaji untuk menghidupi keluarga di rumah.
“Ini juga yang menjadi perhatian serius dari kami pihak kelurahan maupun pemda, dalam hal ini dinas teknis terkait agar menjadi perhatian ke depan,” tambahnya.
Meski menghadapi kendala, seperti kerusakan motor pengangkut sampah dan gaji petugas yang masih menunggu pembagian DPA, tetapi Setyawan merasa optimis, pelayanan petugas pengangkut sampah tetap berjalan maksimal setiap minggu. [CR18-R1]




















