Bintuni, TP – Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapungan, S.Pd., S.IP., MM, secara resmi membuka kegiatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP Tahun 2026. Pembukaan dipusatkan di SMP Negeri 1 Manimeri, Rabu (8/4).
Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala sekolah SMP/MTs, pengawas, guru, tenaga kependidikan, serta ratusan peserta didik.
Dalam sambutannya, Henry menegaskan bahwa TKA merupakan bagian dari transformasi sistem evaluasi pendidikan nasional yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“TKA dirancang sebagai instrumen pengukuran capaian akademik yang objektif, terstandar, dan berbasis data. Perlu dipahami, TKA tidak lagi menjadi penentu kelulusan, melainkan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.
Tahun ini, pelaksanaan TKA diikuti oleh total 125 sekolah, terdiri dari 88 sekolah tingkat SD dan 37 sekolah tingkat SMP, yang dibagi dalam beberapa gelombang.
Untuk jenjang SMP, pelaksanaan gelombang kedua berlangsung hari ini dan besok (8–9/4), dilanjutkan gelombang ketiga (13–14/4) dan gelombang keempat (15–16/4).
Sementara untuk jenjang SD, tes akan dilaksanakan secara bertahap mulai tanggal 20 April hingga 30 April 2026 mendatang.
Henry menjelaskan, hasil TKA nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pendidikan serta memetakan kemampuan siswa secara menyeluruh.
Kepada peserta didik, ia berpesan agar mengikuti tes dengan jujur, disiplin, dan percaya diri. “Ingat, hasil TKA ini bukan penentu masa depan kalian, tetapi sebagai gambaran kemampuan untuk terus berkembang ke arah yang lebih baik,” pesannya.
Sementara itu, kepada para guru dan tenaga kependidikan, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme, serta memanfaatkan hasil asesmen sebagai bahan refleksi perbaikan pembelajaran.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui visi SERASI juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan sarana prasarana dan kapasitas sumber daya manusia demi kemajuan pendidikan daerah.[CR25-R2]




















