Manokwari, TP – Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Pendidikan kembali menata program beasiswa kedokteran dengan nilai sangat besar, mencapai Rp100 juta per mahasiswa per tahun.
Kepala Dinas Pendidikan, Barnabas Dowansiba, menyatakan program ini merupakan bagian dari Papua Barat Cerdas yang difokuskan untuk mencetak tenaga medis asli Papua demi memenuhi kebutuhan daerah.
“Nilainya Rp100 juta per tahun. Syarat utamanya, penerima harus menandatangani surat pernyataan siap kembali dan mengabdi di Papua Barat setelah lulus,” jelas Barnabas di Manokwari, Senin (13/4).
Keputusan ini diambil karena pengalaman sebelumnya banyak lulusan yang tidak kembali mengabdi setelah menyelesaikan studi.
Dijelaskan, beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang sudah kuliah, bukan untuk biaya pendaftaran. Persyaratannya meliputi surat keterangan aktif kuliah, transkrip nilai, dan kartu mahasiswa.
“Kita akan data dulu animo pendaftarnya. Jika kurang, akan kita usulkan penambahan anggaran ke Gubernur,” ujarnya.
Barnabas menekankan, saat ini banyak puskesmas di pelosok seperti di Pegunungan Arfak dan Manokwari Selatan yang kekurangan dokter.
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah kabupaten juga proaktif. Setelah mahasiswa lulus dan dibiayai provinsi, pemkab diharapkan segera menempatkan mereka di unit kesehatan yang membutuhkan tanpa harus menunggu instruksi dari atas. [FSM-R2]




















