Tatap muka Kapolda Papua Barat bersama tokoh lintas agama dan Foruk Kerukunan Keluarga Suku Nusantara Papua Barat
Manokwari, TP – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat mengajak seluruh elemen masyarakat di wilayah Papua Barat untuk turut serta berperan menjaga hormoni kebersamaan guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban di Papua Barat.
Hal ini dikatakan, Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Alfred Papare dalam agenda tata muka Kapolda Papua Barat bersama tokoh agama, adat, masyarakat dan Perempuan di Mansinam Beach Hotel, Manokwari, Rabu (15/4/2026).
Dikatakan Papare, kegiatan hari ini bukan pertemuan biasa tetapi menjadi bagian agar terus menjaga harmoni, memperkuat rasa kebersamaan dan memastikan Papua Barat tetapi aman dan damai.
“Kehadiran bapak dan ibu sekalian menunjukan bahwa, keamanan dan kedamaian Papua Barat adalah tanggungjawab moral kita bersama, bukan tangggungjawab satu pihak saja,” tegas Papare.
Menurutnya, semua orang hidup di Papua Barat tanah yang diberkati dengan kekayaan alam, keragaman budaya dan nilai-nilai kebersamaan yang nurul terutama di Manokwari, yang dikenal sebagai kota Injil.
Masyarakat di Manokwari telah mewarisi sejarah panjang tentang hadirnya nilai-nilai kasih, persaudaraan dan perdamaian. Warisan ini, harus dijaga dan dirawat bersama, bukan sebagai kebanggaan tetapi sebagai pedoman dalam hidup bermasyarakat.
“Di tanah yang penuh makna ini, tidak pantas apabila kita membiarkan tumbuhnya benih-benih perpecayahan, kebencian atau provokasi yang mengatasnamakan suku, agama, ras dan golongan,” pinta Papare.
Papua Barat, tegas Papare, harus menjadi rumah yang aman bagi semua orang, tempat Dimana perbedaan dihormati dan persaudaraan dijunjung tinggi.
“Saat ini kita hadapi tantangan yang begitu kompleks. Arus informasi begitu cepat dan tidak semuanya membawa kebenaran, hoax, misinformasi, serta narasi provokatif dapat mudah mempecahbelah jika tidak kita sikapi dengan bijak,” ujarnya.
Disamping itu, tambah dia, dinamika nasional yang sedang berkembang termasuk yang melibatkan tokoh bangsa seperti bapak Yusup Kalla menjadi Pelajaran penting bagi semua pihak bahwa, setiap pernyataan, setiap informasi bahkan setiap potongan video yang beredar dapat menimbulkan persepsi yang berbeda jika tidak dipahami secara utuh.
Untuk itu, dirinya menyarankan agar semua pihak dapat mengedepankan klarifikasi, sikap bijak dalam menyikapi setiap informasi dan jangan sampai perbedaan pandangan berkembang menjadi kesalahpahaman.
“Apabila konflik, semua persoalan harus diselesaikan melalui dialog yang sehat dengan kepala dingin dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan,” sarannya.
Menurutnya, dalam situasi seperti ini peran tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat sangatlah penting.
“Tokoh agama adalah penyejuk umat, tokoh adat adalah penjaga nilai dan keseimbangan, tokoh masyarakat adalah penggerak kebersamaan. Kalau semua tokoh bergerak bersama, maka tidak ada ruang konflik,” tandas Papare.
Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah Papua Barat, Ali Baham Temongmere menekankan bahwa, visi dan misi Papua Barat adalah Membangun Dengan Hati Mempersatukan Dengan Kasih Menuju Papua Barat yang Aman, Sejahtera, Bermartabat dan Mandiri.
Dikatakan Temongmere, turunan dari visi dan misi, maka harapannya Papua Barat tetap damai sehingga program pembangunan daerah dapat berjalan maksimal.
Angka kemiskinan masih ada, anggaran efisensi, harga minyak niak dan persoalan lainnya, maka ketika situasi tidak kondusif lagi tentunya biaya-biaya ini akan digeser lain.
“Marilah kita bersama-sama membangun dengan hati dan mempersatukan dengan kasih,” tandas Temongmere. [FSM-R2]




















